Golkar – Gerindra ‘Saling Menjatuhkan’

Golkar - Gerindra 'Saling Menjatuhkan'
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar, AIrlangga Hartarto. (Z19)
2 minute read

“Untuk peringkat kedua, kemungkinan Golkar dan Gerindra. Pemilu 2019 ini akan jadi panggung pertarungan bagi partai besar.” ~ CEO Alvara Research Hasanuddin Ali


PinterPolitik.com

Perhelatan Pemilu 2019 ternyata diprediksi akan menjadi laga bagi partai politik besar. Pasalnya, menurut Alvara Research Center, partai politik besar merajai puncak elektabilitas.

Lalu partai politik mana yang diprediksi akan keluar sebagai partai pemenang Pemilu 2019? Apakah Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PPP, atau Partai Gerindra.

Ehm, kabar kaburnya sih PDI Perjuangan lagi dan lagi akan menjadi partai pemenang Pemilu. Weiiitss, menang banyak dong kalau begitu caranya.

Ya iyalah, PDI Perjuangan kan udah puasa 10 tahun, masa giliran berkuasa hanya 5 tahun sih. Kalau mau impas ya masih kurang 5 tahun lagi, weleeeh weleeeh. Jokowi harus dipastikan menang di periode kedua?

Selain itu, apa sih yang membuat PDI Perjuangan bisa mempertahankan posisinya? Ehm, tapi ini baru prediksi ya, belum kenyataan, weleeh weleeh.

Tak lain dan tak bukan, salah satu faktor PDIP masih merajai dunia politik karena adanya ketokohan dari PDI Perjuangan diantaranya Megawati Soekarnoputeri dan Presiden Joko Widodo. Kedua tokoh ini, setidaknya menjadi magnet electoral efektif bagi PDI Perjuangan.

Apalagi, PDI Perjuangan kini diuntungkan karena dalam kontestasi Pilpres 2019 nanti akan terjun sebagai petahana yang akan menantang lawan politiknya.

Namun yang menariknya, ada perebutan posisi kedua partai politik pemenang Pemilu 2019. Biarlah PDI Perjuangan memantapkan posisinya karena banyak nilai lebih yang dimilikinya.

Lalu siapakah yang pantas menempati posisi kedua? Usut punya usut, ternyata ada perang gerakan bawah tanah antara Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Keduanya memiliki nilai lebih tersendiri, semisal Partai Golkar masih mampu bertahan walaupun pucuk pimpinan sebelumnya terjerat drama korupsi yang memalukan. Ehmm, Partai Golkar masih mampu berdiri tegak, weleeeh weleeh, walaupun malu.

Nah kalau Partai Gerindra, ia masih kuat karena memiliki ketokohan Prabowo Subianto dan masih konsisten ingin merebut kekuasaan.

Dari kelebihan kedua partai ini, ternyata ehhh ternyata, Partai Gerindra menempati posisi kedua sementara Partai Golkar menyusul di posisi ketiga.

Tapi dalam beberapa survei terakhir, kedua partai ini ‘saling sikut’ untuk berebut posisi, weleeeh weleeh. Kalau Partai Gerindra posisi kedua, apakah bisa menolong Prabowo untuk berkuasa di era ini? Ahh syudahhlah.

Yang terpenting Prabowo jangan sampai lengah sedikitpun, karena selisih Partai Gerindra dan Partai Golkar tipis sekali, weleeeh weleeh.

Kalau kata Adolf Hitler, siapapun bisa menangani kemenangan. Hanya yang kuat yang tahan kekalahan.

Nah, diantara Partai Gerindra dan Partai Golkar, siapa yang tahan beradu dan siap untuk kalah? Weleeh weleeh. (Z19)