Gerindra Pilih Kasih?

Gerindra Pilih Kasih
Mohammad Taufik. (Foto: Detik)
2 minute read

“Kekuatan menimbulkan sedikit korupsi, tetapi kelamahan menimbulkan lebih banyak korupsi.” ~Eric Hoffer


PinterPolitik.com

Selamat berbahagia bagi para mantan narapidana korupsi yang hendak maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019! Wah, akhirnya Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan Peratuan KPU (PKPU) yang melarang mantan koruptor nyaleg tidak sesuai dengan Undang-undang.

Ehh, tapi tak lupa, diriku juga ingin mengucapkan bela sungkawa, jikalau ternyata, para partai politik akan tetap mencoret mantan napi korupsi karena ingin berpegang teguh pada pakta integritas yang telah ditandatangani. Sebagai mantan koruptor, kalian sial sekali. Wkwkwkwk.

Coba dong lihat Wakil DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik. Gerindra itu termasuk partai yang tetap ingin berpegang teguh pada pakta integritas. Semua caleg mantan koruptor dicoret, kecuali M Taufik. Hebat betul! Pasti pada ngiri deh? Kasian… kasian… Ckckck.

Kalian terheran-heran bukan? Aku pun. Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade, menjelaskan Taufik belum dicoret dari daftar bacaleg karena saat itu dirinya masih menunggu putusan Mahkamah Agung (MA) yang menggugat larangan mantan narapidana korupsi untuk menjadi caleg.

Gerindra sedang mencoret bakal caleg mantan koruptor. Ehh ini ada satu yang belum dicoret. Wah, M Taufik ya? Kamu aja yg coret kalau berani. Waduhhh Click To Tweet

Bayangin gaes, hanya karena sedang menunggu putusan MA, Gerindra sampai tidak berani mencoret nama Taufik dari daftar bacaleg. Malah, kemarin Taufik sempat berseloroh, katanya doi bakal diusung Gerindra untuk menduduki kursi wakil gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno. Sungguh kekuatan yang sakti mandraguna.

Memang ya, kalau diperhatikan Pak Taufik ini galak banget jadi orang. KPU aja sampai dituntut. Ah tapi masa sih Gerindra juga takut sama Pak Taufik? Weleh-weleh, ngeri kali…

Elektabilitas partai itu kan penting banget ya. Apalagi presidential threshold yang harus diperoleh untuk bisa duduk di DPR cukup mencekik. Jangan sampai, karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Tapi kayaknya Gerindra nggak terlalu masalah. Iya, cuma ada satu caleg mantan koruptor, tapi kayaknya ngebet kekuasaan banget terus gimana dong? Hehehe.

Para calon koruptor juga mesti pikir-pikir lagi ya. Kalau kekuatannya nggak hebat-hebat amat, masih di bawah Pak Taufik, mending nggak usah belaga mau jadi koruptor. Biar nasibnya nggak tragis.

Mending terima uang sedikit tapi halal, dibanding terima banyak uang haram tapi disumpahi masyarakat seluruh Indonesia. Belum lagi malu yang harus ditanggung keluarga. Gelar koruptor itu sangat tidak recommended loh, bahkan menyebalkan. Tapi itu juga kalau tahu malu sihHihihi. (E36)