Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

Gerindra Ngemis Cari Teman
Istimewa
2 minute read

“Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif, disamping mempersiapkan armada untuk pileg,” ~ Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.


PinterPolitik.com

Pil pahit memang harus ditelan oleh Gerindra, usai hasiltidak memuaskan partai ini di Pilkada Serentak 2018 hasil hitung cepat (quick count) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berdasarkan hasil quick count tersebut, Gerindra hanya berhasil memenangkan Pilgub di tiga Provinsi aja, yakni di Pilgub Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku.

Pilkada sendiri kan sering dijadikan tolak ukur seberapa besar mesin partai bisa mendulang suara pemilih. Melihat hasil ini, rasanya Gerindra udah gak pantes lagi somse di depan partai lain. Itu karena bargaining position-nya udah gak sama kayak dulu. Roda kehidupan itu berputar mas/bro.

Uniknya, Gerindra sampe detik ini masih keras kepala loh memperkuat koalisi mereka untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2019 mendatang. Emangnya Gerindra gak ngaca ya kalau mesin partai mereka udah keok sebelum berkembang? Hadeuh.

Seperti biasa, Gerindra masih keukeuh untuk membangun basis koalisi bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tentunya untuk membuat koalisinya makin gendat, Gerindra tetep berharap Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ikut merapat.

Menilai efisiensi mesin partai berdasarkan quick count perolehan kemenangan di Pilgub, Gerindra hanya unggul di tiga provinsi aja. Sedagkan partai lain perolehan provinsinya lebih banyak. PAN (10),  PKS (7), PKB (6), dan Demokrat (5). Kalau mesin partainya aja kacrut, boro-boro Pilpres, Pileg aja juga bisa keok.

Ngaca napa ngaca, gak usah lebay! Gerindra kayaknya kena post power syndrome nih. Kalau gak gitu, apa coba namanya? Eike sih ngeliatnya Gerindra bisa aja udah gak segarang yang dia gembar-gemborkan sebelumnya. Aumannya bahkan gak lebih menakutkan dari suara kucing anggora yang lagi kelaparan.

Baca juga :
Misteri Upacara Anies di Pantai Reklamasi

Akal-akalan aja palingan ini cuma ingin cari temen koalisi. Cie cie yang merasa kesepian gak ada dukungan pasti. Makannya perkataan sama perbuatan itu harus sinkron. Kalau merasa partai besar, mesin partai juga harus kece badai dung. Gak mau kan disebut partai ‘odong-odong’ yang gak bisa melaju kencang? (K16)