Gerindra: Kosongkan Kursi Wagub DKI!

Gerindra Kosongkan Kursi Wagub DKI
Mohammad Taufik dan Sandiaga Uno. (Foto: iNews.id)
2 minute read

“Orang-orang memiliki obsesi, rasa takut dan hasrat yang tidak mereka akui.” ~Iris Murdoch


PinterPolitik.com

Pandangan kalian tentang seseorang yang ngebet banget terhadap suatu jabatan gimana gaes? Baik atau nggak? Mending didoain berhasil atau nggak? Wkwkwkwk.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik kayaknya udah makin ambisius dengan bangku wakil gubernur DKI Jakarta. Malah katanya, dari pada rebut-rebutan, mending kursinya kosong terus aja. Katanya nggak masalah, apalagi tak ada batas waktu pengisian posisi tersebut.

Wadaw, ini kalau Anies Baswedan dengar gimana ya? Wong kemarin sudah negluh keteteran dengan tugas-tugasnya. Huhuhu, yang sabar ya Pak Gubernur. Insyaallah ada jalan, kalau nggak ada berarti gang buntu. Ehhh, bercanda loh ya.

Hmm, ku jadi penasaran. Sebenarnya Pak Taufik ini ngerti nggak sih tugas-tugas Wagub DKI? Jangan-jangan dia pikir tugas Wagub cuma uncang-uncang kaki doang? Waduh, kalau emang gitu kok dulu bilang ingin jadi wagub DKI untuk memajukan bangsa? Ckckckck.

Tugas gubernur DKI itu berat banget loh. Makanya perlu ada wagub untuk menggantikan gubernur pada kesempatan tertentu. Kalau jadwalnya bentrok, kan bisa diwakilkan. Jadi nggak gempor-gempor amatlah ya…

Politisi Gerindra sarankan agar kursi Wagub DKI dikosongkan aja. Emang Jakarta nggak perlu wagub? Click To Tweet

Mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, tugas wakil gubernur itu berkaitan dengan hal-hal khusus, seperti menindaklanjuti laporan BPK, memimpin tim anti narkotika di daerah, serta mengawasi kinerja pemerintah daerah. Wagub juga menjadi salah satu tempat gubernur meminta pertimbangan dan solusi masalah.

Taufik sendiri hingga kini masih yakin dirinya akan menduduki posisi wagub. Lagipula, kata dia, yang memiliki wewenang untuk memutuskan adalah DPRD Provinsi DKI.

Dia pun menantang PKS untuk segera memberikan nama colon ke DPRD DKI. Begitu pun namanya yang akan diusung dengan Gerindra. Nanti masalah yang terpilih, itu urusan DPRD DKI.

Nah, Pak Taufik mah percaya diri aja. Wong doi ini wakil ketua DPRD DKI. Temennya di DPRD pasti banyak dong? Sedangkan PKS? Ya, mending mohon-mohon sama Prabowo agar hanya mengusung satu calon pilihan PKS.

Hmm, melihat ambisi Pak Taufik ini diriku jadi ragu. Lagian doi galak, nanti Pak Anies dimarah-marahin mulu gimana? Nggak tega aku tuh melihat tampang lugu Pak Anies. Huhuhu.

Ngomong-ngomong, kalau posisi wagub DKI nggak perlu diisi, kira-kira posisi wakil ketua DPRD perlu juga nggak? Kalau Bapaknya gabut mah, mending dikosongin ajah. Daripada daripada…. (E36)