Gerindra: Gubernur Bukan Jurkam!

Gerindra Gubernur Bukan Jurkam
Ahmad Muzani. (Foto: Detik)
2 minute read

“Bumi ini cukup untuk tujuh generasi, namun tidak akan pernah cukup untuk tujuh orang serakah.” ~Mahatma Gandhi


PinterPolitik.com

Presiden Joko Widodo bertabur dukungan dari beberapa gubernur, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Surabaya Tri Rismaharini, sampai Gubernur Papua Lukas Enembe. Mantap nggak tuh? Pastinya sih, bikin kubu sebelah cukup gerah. Apa lagi beberapa gubernur yang mendukung berasal dari partai yang tergabung dalam koalisi oposisi. Hmmm…

Ehh, ternyata nggak terlihat panik-panik banget deng. Dengan cool-nya pihak Gerindra malah menghimbau agar para kepala daerah tidak dimasukkan ke dalam timses.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya tidak akan meminta para gubernur yang mendukung Prabowo-Sandi untuk masuk ke dalam tim pemenangan. Meskipun para gubernur tersebut diusung oleh Partai Gerindra.

Alih-alih menarik menjadi timses, Gerindra meminta para gubernur untuk tetap fokus memimpin dan merealisasikan program kerja yang sudah dijanjikan selama masa kampanye.

Yaaa, lagian kalau gubernur boleh masuk timses juga emang bisa ngalahin banyaknya gubernur yang dukung Jokowi-Ma’ruf? Ups, maap nih kalau tersentil. Hehehe.

Gerindra ingin para gubernur fokus bekerja ketimbang masuk ke dalam timses. tolong dicatet ya gaes! Hehehehe. Click To Tweet

Emang siapa sih Pak yang mau masukin gubernur ke dalam timses? Kalau ada gubernur yang mau jadi timses sih aku tahu.

Tapi kalau soal gubernur harus fokus sama kerjaannya, rakyat pasti setuju deh. Mereka itu kan dipilih bukan jadi duta sampo, eh duta kampanye calon presiden. Digaji juga buat ngurusin rakyat bukan sibuk kampanye.

Gerindra justru menyayangkan ketika gubernur yang baru terpilih sudah menyatakan pilihan politik bahkan saat baru mulai menjabat. Menurutnya, itu tidak elok.

Wah, emang jalanan pak harus ber-elok-elok? Eh itu kelok ya? Wkwkwkwk.

Baik… baik… namanya juga politisi, berasal dari partai politik, bagaimana pun jawabannya titel petugas partai juga tetap jalan. Tapi bagus deh kalau Gerindra memilih untuk tidak membebani urusan kampanye pada kader-kader yang menjadi pejabat daerah. Semoga bisa menjadi contoh yang baik.

Eh tapi masa sih, nggak ada pesenan apa-apa? Nanti kalau diam-diam ada gubernur yang mempromosikan Prabowo-Sandi gimana? Diapain ya enaknya? Hehehe. (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here