Gatot: Jalan Mulus Atau Terjal?

Gatot: Jalan Mulus Atau Terjal?
Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: Sindonews)
2 minute read

“Hidup bukan sebagai apa kita.. namun bagaimanakah komitmen pengabdian kita dalam hidup?”


PinterPolitik.com

Apa yang kita berikan dan abdikan kepada bangsa dan negara? Sepertinya hal ini yang sedang kembali diselami mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat purnatugas.

Saat masih menjabat Panglima TNI tentu Gatot telah mengemban amanah yang besar untuk mempertahankan kedaulatan dan ketahanan nasional.

Dalam perjalanannya diwarnai anggapan Jenderal Gatot masuk ke politik praktis. Masih ada aja suara minor gitu ya?  Weleeeeh weleeeh.

Nah sekarang Gatot sudah purnatugas dari Panglima TNI dan menuju masa pensiun. Hmmm, mau berubah pikirankah? Banyak partai yang tertarik loh Pak, hehehe weleeeh weleeeh digoda terus hehe


Masih ada waktu 4 bulan menuju pensiun, Gatot diberikan sedikitnya tiga opsi. Mau pilih yang mana ya? Coba dipikirin hehehe.

Akankah Gatot menjawab pertanyaan masyarakat tentang terjunnya dunia politik? Atau akan menjadi tenaga pengajar? Dan mungkinkah menjadi penasihat ahli TNI?

Gatot pasti memahami bahwa tiga opsi itu sama – sama merupakan pengabdian kepada masyarakat. Hmmm, semakin bimbang ya mau pilih yang mana? Weleeeeeh weleeeeh.

Dari ketiga opsi itu, bila terjun di dunia politik, tawaran partai politik sangat terbuka bahkan partai akan berebut menarik perhatian Gatot. Hayo siapa yang cepat dia yang dapat hehehehe.

Tak berhenti disitu, disediakannya kursi calon Wakil Presiden pun dimungkinkan. Asyiiik kalau opsi pertama jadi akan ada jabatan penting yang diemban Gatot. Bukan lagi politik negara ya, tapi politik praktis hehehehe.

Sedangkan opsi kedua, dari pengalamannya memimpin prajurit TNI, Gatot kompeten dan kredibel untuk dijadikan tenaga pengajar di universitas pertahanan maupun yang lainnya. Hal ini merupakan pengabdian nyata dalam dunia pendidikan.

Baca juga :
Menguak Jokowi Ambil Alih FIR Singapura

Pilihan ketiga, menimbang Gatot adalah mantan Panglima TNI tentu jabatan strategis pun perlu disiapkan setelah purnatugas sehingga tak ada kesan non-job.

Maka, penasihat ahli TNI dinilai cocok untuk Gatot dalam memberikan pandangan dan arahan kepada Panglima TNI yang baru.

Jadi bisa langsung nanya ke Gatot ya hehehe. Weleeeh weleeeh

Ini sebenernya sih efek diganti sebelum masa pensiun, ada apa ya kira – kira mau diganti? Kan pensiunnya aja masih 1 April 2018. Hmmm. (Z19)