Jokowi Fokus Kurangi Ketimpangan

    Jokowi Fokus Kurangi Ketimpangan
    Foto: tniad.mil.id
    2 minute read

    “Kita harus mampu menentukan jumlah ASN yang proporsional dengan memperhatikan jumlah penduduk, kemampuan keuangan negara, serta perkembangan kemajuan teknologi informasi ke arah sistem pemerintahan yang berbasis pada elektronik atau e-government,” kata Presiden Jokowi.


    PinterPolitik.com

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan, fokus kerja pemerintah pada 2017 adalah mengurangi ketimpangan antar daerah atau antara wilayah, dan mengatasi kesenjangan sosial. Sejalan dengan itu, Presiden meyakini sebaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merata akan dapat memberikan akses kepada rakyat terhadap pelayanan publik yang lebih baik. Selain itu, kesempatan kerja bukan hanya semakin meningkat, tapi juga merata di seluruh pelosok Tanah Air.

    Dalam pengantarnya pada rapat terbatas tentang Lanjutan Pembahasan Manajemen Aparatur Sipil Negara di Kantor Preside, Presiden meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur, untuk menghitung lagi sebaran ASN di seluruh wilayah Tanah Air, sehingga terlihat jelas jumlah dan kualifikasi ASN yang perlu ditambah dan yang perlu dikurangi di setiap wilayah.

    “Kita harus mampu menemukan jumlah ASN yang proporsional dengan memperhatikan jumlah penduduk, kemampuan keuangan negara, serta perkembangan kemajuan teknologi informasi ke arah sistem pemerintahan yang berbasis pada elektronik atau e-government,” kata Presiden Jokowi, seperti dikutip dari laman Setkab.

    Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menteri PANRB Asman Abnur, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri, Menristek Dikti M. Nasir, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menkes Nila F. Moeloek, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. (E19)

    Related Posts

    Baca juga :
    Anti Minta-minta, Surya Paloh Cerdik