Family MCA Biang Hoax?

Family MCA Biang Hoax?
Foto: Istimewa
2 minute read

Empat orang anggota Family MCA di cyduk Tim Siber Polri karena diduga kerap menyebarkan berita bohong alias hoax.


PinterPolitik.com

“Kalau masih katanya, kamu harus cari tahu faktanya.”  ~ Iwan Esjepe

Media sosial sebetulnya memudahkan kita mencari informasi, berbagai kabar terkini dan populer hilir mudik di layar selular, tanpa harus sibuk masuk ke portal tersebut terlebih dahulu. Tapi sayangnya, enggak semua kabar yang disebar di medsos itu benar. Lebih banyak berita bohong alias hoax malah.

Belakangan ini, salah satu hoax yang lagi trending adalah kabar mengenai penyerangan santri atau ulama. Misalnya aja yang terjadi di Pondok Pesantren Al Falah di Kediri, Jawa Timur. Riyantono yang bukan santri, apalagi ulama di Ponpes itu, menyebarkan berita kalau dirinya diserang dan diancam oleh tiga orang berbadan kekar.

Entah apakah beritanya yang bikin ngeri, atau emang Riyantono itu berbakat jadi pengarang fiksi, cerita penyerangan itu pun viral dan membuat satuan pengamanan Ponpes Al Falah kalang kabut. “Ada yang diserang, kok kami enggak tau?” Begitu pikir mereka. Sementara warga disekitarnya udah keburu panik dan ketakutan dibuatnya.

Telisik punya telisik, eh ternyata itu cuma iseng-isengan Riyantono aja. Waduuh, seluruh santri dan ulama Ponpes pun merasa tertipu. Ini mah Riyantono yang nyerang Ponpes ya? Iya, diserang dengan tipuan. Hadeeuuh, terlalu kreatif. Untung pihak Ponpes baik hati dan memaafkan dia, kalau enggak, pasti masuk bui tuh.

Orang-orang “kreatif” kayak Riyantono ternyata banyak, beberapa waktu lalu orang yang mengaku menyebar berita bohong buat iseng-isengan juga ditangkap di Jakarta. Terus kemarin, empat orang anggota Family Muslim Cyber Army (MCA) juga tercyduk Tim Siber Polri. Lho, lho, jangan-jangan? Hmm, mencurigakan.

Kalau keempat anggota MCA ini, mungkin udah enggak bisa dibilang iseng kali ya. Bayangin aja, mereka ditangkap lantaran diduga kerap menyebarkan ujaran kebencian dan hoax, seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan penyerangan terhadap nama baik presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu.

Baca juga :
Jawa Barat Pecah, Siapa Untung?

Widiiih, serem amat sih. Kalau membawa-bawa istilah muslim, harusnya kan tindakannya lebih memperlihatkan ajaran Islam yang rahmatan lil allamin, bukannya malah membuat provokasi, hasutan, apalagi fitnah. Astagfirullah, masa sih mereka sebagai muslim enggak tau kalau semua itu berdosa? Atau mereka emang enggak tau? Tapi kok pake bawa-bawa nama muslim segala sih? Hmmm. (R24)