Fahri, Rajanya Pembohong?

Fahri ‘Biang’ Kerusuhan
2 minute read

“Nggak ada istilah bohong untuk kebaikan, karna sebuah kebohongan adalah pembelokan dari kebenaran. Saat kebenaran belok, itu bukanlah sebuah kebaikan lagi.”


PinterPolitik.com

Walau statusnya sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah dinyatakan sah oleh Pengadilan, Fahri Hamzah masih tak dianggap oleh PKS.

Dianggap atau tidaknya sih ga menjadi masalah, buktinya kursi Wakil Ketua DPR yang diduduki Fahri adem ayem aja. Fahri dan PKS kuat mana?

Sedih ga sih kalau ga dianggap begitu? Harusnya sih sedih. Tapi ya namanya juga politik, ga perlu baperan lah ya, weleeeh weleeeh.

Kalau membahas mengenai pemecatan Fahri itu terlalu usang. Namun apa sih penyebab Presiden PKS memecat Fahri? Weeeleeeeh weleeeh.


Kalau beberapa waktu lalu hanya kode – kode saja, kini Presiden PKS dengan tegas, lantang dan jelas memberikan jawaban. Etttt, dari kemaren sih harusnya, jadi jelas pokok persoalannya. Kalau kayak gini terlambat banget kan? Haddeuuuuhhh.

Alasan PKS memecat Fahri, katanya ia memiliki sifat pembohong dan pembangkang. Nah gitu dong bersuara, jadi kan jelas apa yang jadi sebabnya, uhuuukk, uhuukkk.

Emang bener apa ya, Fahri itu pembohong dan pembangkang? Weedeewww. Tapi kenapa baru buka – bukaannya sekarang, hadeeuuuhh, kayak polisi India aja ini mah, terlambat begini.

Ternyata eh ternyata, sedari 2015 bermula dari rencana adanya pergantian posisi Fahri sebagai Wakil Ketua DPR. Tapi katanya, Fahri mengulur dan akhirnya secara tidak langsung menolak permintaan PKS, weleeeeh weleeeh.

Tapi yang jadi masalah, katanya Fahri udah janji di akhir 2015 akan siap dirotasi. Setelah itu, alasan dan alasan lainnya dikeluarkan. Intinya sih, PKS kesel karena Fahri ga mau nurut, membandel. Uhuuyyy, makanya PKS harus tahu bagaimana sikap kader setelah dan sebelum memiliki jabatan.

Kalau baru jadi pimpinan DPR setahun sih belum puas lah, belum melakukan yang terbaik hanya baru adaptasi aja, weleeeeh weleeeeh. Emangnya kenapa Fahri ga mau turun dari kursi pimpinan DPR?

Keenakan ya? Atau sebagai Wakil Ketua DPR Fahri akhirnya bisa menjadi agen yang menjaga marwah DPR? Upppss, masa sih? Weleeeeh weleeeh. (Z19)