Fahri Mengekor Anies Soal Reklamasi?

Fahri Mengekor Anies Soal Reklamasi?
Fahri Hamzah (Foto: Fajar)
2 minute read

“Katanya kita negara maritim, tetapi kok bikin ibu kotanya di tengah benua Kalimantan, kan pulau besar.” – Fahri Hamzah


PinterPolitik.com

Kayak kutipan yang bilang: “Kamu nggak bisa menyenangkan semua orang”, mungkin begitu juga yang terjadi pada Jokowi. Udah punya ide cemerlang untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan, eh tetap aja ada orang yang kritik ide tersebut.

Kayak Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah aja nih yang sepertinya nggak suka sama ide pemindahan ibu kota ke Kalimantan. Makanya dia malah nyinyir suruh ibu kota dipindahin ke pulau-pulau reklamasi di teluk Jakarta. Waduuh. Pak Fahri sekali nyindir langsung kena dua isu nih. Hehehe.

Jadi menurut Fahri Hamzah, sebagai negara maritim, harusnya ibu kota Indonesia ini tuh dibuat di kepulauan. Jangan malah dipindahin ke daerah Kalimantan. Lha, tapi kan Kalimantan itu kan masih katagori pulau juga loh Pak. Hehehe.

Nah, Fahri ternyata nggak cuma nyinyir aja gengs.


Sebagai politisi, kayaknya nggak afdol deh kalau Fahri nggak bawa-bawa tentang hukum. Makanya Fahri juga minta pemerintah untuk kasih landasan hukum pemindahan ibu kota. Hadehh. Kayaknya Pak Fahri ini kurang update cari informasi juga nih.

Soalnya Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sudah bilang ke media kalau kajian pemindahan ibu kota tuh sudah rampung 100 persen. Namanya aja kajian, berarti persoalan hukumnya pasti udah dipikirkan juga lah ya.

Hmm. Mungkin Fahri Hamzah nyinyir begitu soalnya dia lagi cari panggung juga kali ya supaya namanya kembali eksis. Atau lagi pengen ngekor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang saat ini lagi sering banget disorot. Upss.

Atau bisa jadi Fahri Hamzah ngomong gitu soalnya dia melihat kemungkinan kalau Jakarta bisa diselamatkan dengan dibuatnya Giant Sea Wall kali ya. Kan ada yang bilang kalau Jakarta itu sudah kelebihan beban, sehingga mau tenggelam.

Nah, jadi mungkin Fahri Hamzah mau bilang kalau Kalimantan itu jadi ibu kota sementara aja, kayak dulu waktu ibu kota Indonesia pindah ke Yogyakarta dan Bukittinggi di era Soekarno. Terus kalau Giant Sea Wall udah rampung, kan ibu kotanya bisa balik lagi ke Jakarta.

Apalagi Giant Sea Wall itu kan bisa jadi ikon maritim yang dimaksud Pak Fahri juga. Wah. Memang cerdas banget lah Pak Fahri Hamzah ini. Hehehe. (R50)

Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di http://bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

[related_posts_by_tax posts_per_page="7" taxonomies="category,post_tag" order="ASC"]