Fahri: Jokowi Tebang Pilih

fahri hamzah jokowi
Fahri Hamzah. (Foto: SUARADEWAN.com)
2 minute read

“Hukum adalah akal, bebas dari gairah.” ~Aristoteles


PinterPolitik.com

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, penegakan hukum selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan yang paling tidak adil. Kenapa tuh? Bukannya kemarin Bang Fahri menang sidang perkara gugatannya untuk Presiden PKS Sohibul Iman ya? Kok, masih merasa belum adil? Hehehe.

Ternyata gaes, menurut Fahri, banyak persoalan memuncak sejak kepemimpinan Jokowi, namun dia melihat Jokowi seolah tidak bertanggung jawab. Tebang pilih.

Hmm, dengan maraknya isu global warming yang makin muak, memang sudah sepatutnya kita melakukan tebang pilih. Jangan sampai pohon kita makin habis dan menyebabkan bumi semakin panas.

Ehh, tunggu dulu, tebang pilih yang dimaksud itu bukan soal penebangan pohon ya? Oalah, maap nih tanggal tua, otak jadi kekurangan gizi. Wkwkwkwk.

Maksudnya Fahri gaes, penegakan hukum di republik ini sekarang buruk banget, seperti mengaburkan fakta, persekusi, dan kriminalisasi. Belum lagi, menurutnya, Pakde Jokowi terlihat pilih kasih dalam menegakkan hukum.

Menurut doi, apabila kasus korupsi menjerat pejabat yang memiliki kedekatan dengan pemerintah, kasusnya seakan tidak pernah terdengar dan diselidiki. Sedangkan yang berseberangan benar-benar dikejar sampai keujung dunia. Eaaa…

Hukum yang adil adalah hukum yang manusiawi, juga menyiksa. Click To Tweet

Fahri juga cerita, katanya doi baru saja melihat tayangan ketika Jokowi bilang sedang mempersiapkan strategi pemberantasan korupsi lima tahun ke depan. Fahri lantas bertanya-tanya, lah sekarang gimana? Wong hampir tiap minggu ada bupati yang ditangkap KPK.

Loh, emang di pemerintahan presiden-presiden sebelumnya nggak begitu ya? Negera kita termasuk salah satu negera terkorup. Kalau ternyata sekarang jadi makin sering ada penangkapan, bukannya itu bukti kalau KPK semakin galak dan cerdas menangkap koruptor ya? Terus itu juga bisa dianggap sebagai prestasi pemerintahan Jokowi juga dong?

Dengan kondisi seperti ini sih saya setuju dengan pernyataan Bang Fahri, daripada capek-capek demo, panas-panasan, mending banyak-banyak berdoa, agar para koruptor itu lekas kena azab. Misalnya ada gempa lokal 9 SR, yang hanya terjadi di kediaman salah satu koruptor, yang menyebabkan air kolam renang di rumahnya naik dan menyebabkan tsunami lokal. Itu baru namanya azab yang hakiki. Wkwkwk. (E36)