Fahri Hamzah Dendam Kesumat

Fahri Hamzah Dendam Kesumat
Fahri Hamzah Dendam Kesumat
2 minute read

“Pelanggaran yang dilakukan oleh pimpinan PKS ini sudah agak fatal ya. Saya ya terpaksa melaporkannya ke polisi. Sebab buat saya ini sudah penghancuran dan perusakan partai. Tapi, kalau Sohibul Iman mundur saya enggak jadi lapor.” ~ Fahri Hamzah.


PinterPolitik.com

Bukan Fahri Hamzah namanya kalau gak buat rame nuansa politik nasional. Berbeda dengan politisi Dewan Perwakilan Rakyat lain yang lebih memilih duduk manis semasa menjabat. Fahri malah lebih sering vokal dengan berbagai hal. Ngeritik itu, ngeritik ini, sampai hal yang gak penting pun terkadang dia komentarin. Bawel banget emang politisi yang satu ini.

Fahri baru-baru ini juga masih ngebawelin permasalahan lamanya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman. Anjay, masih aja ya dia ga ikhlas sama pemecatan dirinya dari partai yang membesarkannya itu. Lah tapi kan dia menang di Pengadilan Tinggi, jadi kan masih berstatus anggota PKS. Terus apalagi yang dimasalahin sama orang yang satu ini?

Seakan, antara Fahri dan Sohibul Iman ada dendam kesumat yang sampai kiamat pun akan terus diperseterukan hingga selesai. Buktinya, Fahri berencana akan melaporkan Sohibul Iman secara pidana dan masih terkait pemecatan dirinya dari PKS. Tapi uniknya, kalau Presiden PKS itu mundur, dia gak jadi lapor ke Polisi. Apa mau mu sih Fahri. Bikin riweh kondisi partai aja sih.

Menurutnya pelanggaran yang udah dilakukan oleh pimpinan PKS ini udah fatal dan paket komplit banget. Jadi Sohibul Iman akan dilaporkan ke polisi atas tuduhan dugaan penyebaran fitnah, permufakatan jahat, dan pemalsuan dokumen terkait pemecatannya di partai. Padahal kalau urusan dapur rumah tangga gini enakan diobrolin di belakang aja. Pamali atuh, kalau tetangga sebelah denger.

Baca juga :
Misteri Megawati Amandemen UUD 1945

Fahri memang termasuk politisi senior di PKS, jadi wajar aja kalau dia merasa kesal dengan upaya pemecatannya yang dilakukan Sohibul Iman. Mungkin dibenak Bang Fahri, suatu saat kursi Presiden PKS akan dia duduki. Toh memang dia termasuk anggota terbaik yang dimiliki PKS. Eh, baru ngimpi duduk di kursi nomor satu di PKS, malah dia yang di-kick Presiden PKS. Hadeuh, malang kian nasibmu, Bang.

Menjadi orang nomor satu di partai kan artinya punya kekuasan penuh atas jalannya roda strategi kepartaian. Di titik ini, Fahri suatu saat bisa mengisi kursi menteri atau bahkan menjadi calon Presiden dari partai yang mengusungnya. Toh, banyak umat Islam yang mengelu-elukan Bang Fahri. Ibu-Ibu rumah tangga jilbabers mungkin – yang pasti bukan jilboobers loh ya hahaha (K16)