Fadli Simpatisan Hoax

Fadli Simpatisan Hoax
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Foto: Liputan6)
2 minute read

“Dalam dunia penuh pura-pura, anak muda sibuk memisahkan dusta dari kata. Telah berlalu show politik permainan citra, sebab rakyat sudah terlatih memisah dusta dari kata.”


PinterPolitik.com

Politikus Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dengan tegas dan lantang membela para pelaku penyebar kebencian yang tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA).

Weedeeww, sikap Fadli sangat berseberangan banget sama politikus lainnya. Banyak pihak menganggap MCA itu ancaman digital yang menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian.

Tapi Fadli malah menganggap MCA itu sebagai individu yang ingin merdeka mengungkapkan pendapatnya, weleeeeh weleeeh. Oh sekarang Fadli bukan hanya pembela hak rakyat di DPR, tapi kini jadi koleganya para penyebar hoax ya? Uhukkk, uhuuuukk.

Tapi kok rasanya ada yang aneh ya, ngerasa ga sih? Kalau misalkan Fadli benar – benar mendukung MCA karena dalih kebebasan berpendapat, terus ngapain ya Fadli mempolisikan Ananda Sukarlan karena unggahannya di media sosial?

Fadli kok jadi anti kebebasan berpendapat? Tadi pengen mendukung, sekarang malah anti begini. Heuhhhh! Politikus sedikit – sedikit cepet berubah, plin – plan!

Hmmmm, ketahuan nih Fadli pengen cari muka ya dari kasus MCA, weleeeeh weleeeh. Seolah mendukung kebebasan berpendapat, tapi di sisi lain Fadli mempolisikan gara – gara cuitan di media sosial. Jadi sebenernya, Fadli maunya apa sih? Wadeeezzziiiggg.

Fadli tijel amat sih. Waduh, apaan tuh tijel? Tijel itu tidak jelas, wkwkwk.

Tapi kalau sekarang Fadli itu katanya pro MCA karena dalih kebebasan berpendapat, tapi kenapa ya DPR tempat Fadli itu jadi kebal dari kritik dan cacian? Ini artinya apa? Anti kebebasan berpendapat?

Harusnya kritik diterima aja. Harusnya begitu kan? Terima sajalah. Fadli dan seluruh anggota DPR juga menerima uang dan fasilitas dari rakyat kan? Nah sekalian terima juga kritiknya, jangan uangnya doang, uppppssss, iya juga sih.

Baca juga :
PLN Korupsi, Selamat Datang Kegelapan

Nah berhubung ga jelas sikapnya Fadli, makanya sekali lagi harus ditanya.

Kan Fadli sudah dua kali nih dibantah, masih mau jadi politikus yang anti kebebasan berpendapat atau jadi simpatisan hoax? Uupppssss, weleeeeh weleeeeh. (Z19)