Edy, Pangkostrad atau Cagub Sumut?

Edy, Pangkostrad atau Cagub Sumut?
Letjend Edy Rahmayadi, Pangkostrad yang akan maju menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara. (Foto: Tribunnews)
2 minute read

“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.” ~ Pram


PinterPolitik.com

Diantara berbagai pilihan, seseorang harus menentukan satu diantaranya. Tak bisa mengambil alih keduanya terlebih ada regulasi yang melarang hal itu.

Tren tokoh militer terjun menjadi calon kepala daerah memang hal yang usang namun disetiap kontestasi politik, berbagai godaan pada tokoh militer terjun ke politik semakin santer terdengar.

Bagi prajurit TNI sih tentunya menjadi kewajiban untuk menghibahkan dirinya untuk NKRI. Namun bentuk pengabdiannya dapat diinterpretasikan secara lebih luas lagi, tak hanya menjadi prajurit tapi terjun menjadi kepala daerah menjadi bentuk argumentasi lain untuk pengabdian.

Presiden Soeharto yang memiliki latarbelakang militerpun akhirnya terjun ke dunia politik. Pangkostrad pertama ini mungkin yang menjadi inspirasi Pangkostrad Edy Rahmayadi untuk mengabdikan diri melalui jalur politik.

Tapi bedanya kalau Soeharto menjadi Presiden, ambisi Edy untuk menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara. Satu tingkat di bawahnya lah ya hehehe

Hmmm, berhubung masih aktif, sudahkah Edy meminta restu dan izin dari Panglima akan terjun ke politik?

Hayoooo udah mengajukan permohonan pensiun diri belom, weleeeh weleeeh.

Kemarin sih di era Panglima Gatot, Edy sudah dimutasi menjadi Perwira Tinggi Mabes TNI karena memasuki pensiun dan akan maju di Pilgub Sumut.

Tapi arah angin berganti, karena ada pergantian Panglima TNI. Akhirnya nasib Edy pun dikembalikan menjabat Pangkostrad. Waduh? Gimana dong?

Bukannya Edy tak sayang dengan TNI ingin meninggalkan begitu saja, tapi memang ambisi menjadi Cagub adalah bentuk pengabdian lain dari Edy. Betul begitu pak? Mungkin ya hehehe

Terlebih partai – partai sudah merapat dan waktu pendaftaran calon dimulai pekan awal Januari 2018. Sudah kepalang basah, jadi mau tak mau Edy harus melanjutkan.

Baca juga :
Misteri Gilang Dirga dan Setnov

Edy punya hasrat mengabdi sangat tinggi, buktinya selain Pangkostrad, Edy juga memimpin PSSI dan kini akan maju sebagai Calon Gubernur. Banyak juga yak wkwkwk

Karena terkendala dwifungsi militer, salah satu diantaranya harus ditinggalkan Edy dengan berat hati. Weleeeh weleeeh

Relakah Edy berpamitan dengan dunia militer? (Z19)

Facebook Comments