Duet Maut Jokowi-SBY

Duet Maut Jokowi-SBY
Istimewa
2 minute read

“Kalau (Demokrat) masih berambisi, daripada paksakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang hijrah dari karir militer ke politik, maka lebih baik Jokowi didampingi Bapaknya saja (Susilo Bambang Yudhoyono).” ~ Wakil Ketua Umum Hanura, Gede Pasek Suardika.


PinterPolitik.com

Terbentuknya poros ketiga di bawah komando Partai Demokrat memang merupakan keniscayaan. Namun arah angin yang kuat, terkadang meniup kapal yang dinakhodai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berubah haluan dan berlabuh mendukung Presiden Petahana Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kerap dicuatkan oleh Demokrat sebagai representatif calon pemimpin masa depan. Baik itu untuk kebutuhan terbentuknya poros ketiga atau saat kemungkinan ikut berkoalisi mendukung Jokowi. Posisi yang diincer sih Capres, tapi kalau jadi Cawapres juga ok kok.

Nah uniknya nih, belakangan masyarakat justru kembali ingin bernostalgia dengan kepemimpinan SBY. Keingin itu disampaikan masyarakat saat mereka bertemu Mantan Presiden ke-6 tersebut di setiap kesempatan safari politiknya di daerah. Lah, bukannya keberadaan Pasal 7 UUD 1945 menutup ruang untuk itu ya.

Terlebih lagi, diperkuat dengan ketentuan pasal 169 huruf n UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Mmm, Ya udah sih, gak usah maksain diri. Lah emang udah gak memungkinkan menurut undang-undang. Eits, tunggu dulu, meski gitu tetep ada celah yang masih memungkinkan SBy maju lagi loh dalam Pilpres.

Kemungkinan itu bisa, asal SBY majunya sebagai Cawapres. Kan SBY udah terhitung dua kali menjabat sebagai Presiden. Jadi kalau maju sebagai Wapres, bisa-bisa aja kok. Nah, ini nih yang menjadi dasar pemikiran Wakil Ketua Umum Hanura Gede Pasek Suardika saat mengusung ide Jokowi-SBY.

Menurutnya, gak ada kecocokan antara capres jagoannya Demokrat, AHY dengan Jokowi jika diduetkan dalam di Pilpres. Alih-alih AHY yang masih daun muda di politik, menurut mantan politisi Demokrat ini, Jokowi lebih tepat jika disandingkan dengan SBY sebagai Cawapresnya. Ciamik bingit.

Kalau memang kemungkinan ini bisa direalisasikan, apa coba yang ditunggu Jokowi ya guys. Toh, SBY udah sempat kasih kode tuh tiga keuntungan kalau berkoalisi dengan Demokrat. Mendapatkan 10 persen suara pemilih Demokrat, mendapatkan pengalaman kepemimpinan SBY selama dua periode, dan mendapatkan dukungan 100 juta pemilih milenial dari AHY.

Baca juga :
Bertahan, Prabowo Naikkan Daya Tawar?

Boleh juga nih tawarannya. Pakde Jokowi harus bijak nih untuk memutuskan siapa orang yang tepat yang dapat mendapingi dirinya dalam Pilpres. Ya seperti yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778), ‘Is there anyone so wise as to learn by the experience of others?’ (K16)

Facebook Comments