DPR ‘Penghisap’ Uang Rakyat

DPR 'Penghisap' Uang Rakyat
Istimewa
3 minute read

“Kenaikan anggaran DPR yang digunakan untuk fasilitas dan gedung baru menyakiti hati rakyat. Kami berharap Presiden Jokowi tidak menerima usulan DPR tersebut.” ~ Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Yenny Sucipto.


PinterPolitik.com

Guys, kalian sebenernya tau gak sih tugas wakil rakyat yang menjadi anggota DPR di Senayan itu? Eike sendiri bingung sih, sebenernya kerja mereka apa sih. Kalau ngeliat di TV or baca media online di smartphone eike yang cuanggih ini, kayaknya kok kerjaan anggota DPR tuh cuma cuap-cuap kritik Pemerintah aja ya.

Ada kerjaan yang lain gak sih? Masa kita rakyat jelata ini bayar pajak mahal-mahal -yang juga jadi bagian dari gaji anggota DPR- tapi nyatanya kerjaan mereka gak jelas. Mmm, eike mah percaya deh kalau mereka ini amanah dan mikirin rakyat kecil yang diwakili oleh mereka di setiap daerah.

Nah, terus apa dung namanya itu tentang keinginan DPR untuk kenaikan anggaran internal lembaga itu untuk tahun 2019? Jika dibandingkan anggaran tahun 2018 sebesar Rp 5,7 triliun, anggaran tahun 2019 naik sebesar Rp 2 triliun menjadi Rp 7,7 triliun. Anggota DPR kena virus ‘mata ijo’ kali ya, ups.

Konon kabarnya sih, duit itu salah satunya untuk menganggarkan pembangunan gedung baru DPR. Padahal selain dipengajuan anggaran 2019 itu, anggota dewan ini sudah sempat mengajukan hal yang sama pada 2006, 2009, 2014, 2016, dan 2018. Getol amat sih para anggota legislatif ini meminta gedung baru. Emangnya kurang luas apa main petak umpetnya sama rakyat di gedung yang udah ada sekarang?


Menurut kalian gimana Gan, udah pentes belum nih DPR dapet ‘taman bermain’ baru kalau ngeliat dari prestasi kerjanya? Pada tahun 2017, DPR cuma mampu mengesahkan lima undang-undang, di luar RUU kumulatif terbuka, dari target 53 RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas. Wadezig.

Kerja dikit aja, pake segala naikin anggaran minta gedung baru. Hadeuh, cape deh. FYI aja nih ya, orang-orang ini gajinya gede loh. Jika ditambah gaji ke-13 dan dana reses, maka dalam 12 bulan seorang anggota DPR setidaknya minimal mendapat Rp 797 juta. Bisa keles bagi dikit buat rakyat jelata.

Baca juga :
Gubernur Anies Dipaksa Pindah?

Jadi ceritanya, rakyat bayar pajak cape-cape ke negara, hanya untuk memfasilitasi kenyamanan mereka dalam bekerja yang katanya mewakili rakyat. Begitu ya? Kok enak ya jadi anggota DPR. Kayaknya rakyat harus meminta Presiden Jokowi untuk menolak usulan kenaikan anggaran DPR untuk tahun 2019 deh.

Karena menurut filsuf Voltaire (1694-1778) dalam tulisannya, ‘Governments need to have both shepherds and butchers’, kesejahteraan itu harus dikembalikan kepada rakyat. Jadi anggaran yang ada bukannya malah dibuat hanya untuk menggemukkan anggota DPR hingga makin tambun. Kegirangan itu sih nanti mereka. (K16)

Facebook Comments