Don’t Cry for Jokowi, Argentina

Don’t Cry for Jokowi, Argentina
(Foto: Detik Manado)
2 minute read

“Don’t cry for me Argentina. The truth is I never left you. All through my wild days. My mad existence. I kept my promise. Don’t keep your distance.” – Madonna, Don’t Cry For Me Argentina.


PinterPolitik.com

Kunjungan Presiden Argentina, Mauricio Macri dan istrinya, Juliana Awada, ke Indonesia tanggal 26 Juni 2019 sepertinya akan memberikan dampak yang baik bagi Indonesia untuk menaikkan neraca dagang Indonesia ke Argentina.

Ibaratnya kayak seorang tetangga yang selalu mengucapkan pujian saat sedang bertamu ke rumah tetangga, mungkin ini juga lah yang dilakukan Mauricio Macri saat mengunjungi Jokowi di Istana Negara.

Soalnya dalam kunjungan tersebut, Mauricio Macri mengucapkan selamat kepada Jokowi karena sudah terpilih kembali menjadi Presiden Indonesia. Waduh. Jangan-jangan sebelum jadi presiden, kerjaan Macri itu cenayang kali ya. Hasil sidang Pemilu aja baru mau diumumin tanggal 27 Juni 2019. Hehehe.

Menhan AS bertemu Menhan RI, ada apa ya? Selengkapnya dalam tulisan berjudul "Menguak Peran AS di Balik Jokowi" di Pinterpolitik.com

Posted by Pinter Politik on Monday, June 3, 2019

Ternyata bukan cuma itu aja. Macri pun juga sempat memberikan selamat kepada Jokowi karena telah menyelenggarakan Pemilu yang berlangsung dengan baik di Indonesia.

Hmm. Kayaknya Pak Mauricio Macri harus mendefinisikan kata “baik” versi dia deh. Hehehe.

Soalnya waktu pelaksanaan Pemilu aja banyak TPS yang kekurangan kertas suara, sehingga prosesnya sempat terlambat dilakukan. Lalu juga ada sebanyak 527 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dan sekitar 11.239 orang yang sakit. Bukannya keadaan ini menunjukkan betapa tidak terorganisirnya pelaksanaan Pemilu 2019 ya.

Belum lagi kalau ngeliat kerusuhan akibat Pemilu tanggal 22 Mei 2019 lalu, yang sampai merusak fasilitas umum dan ada beberapa orang yang meninggal. Meskipun katanya ada “pihak ketiga” yang menghasut, tapi tetap aja kalau sampai rusuh begini, gimana bisa Pemilu 2019 disebut “berjalan dengan baik” ya. Hehehe.

Padahal kondisi-kondisi tersebut juga sudah diliput oleh media-media internasional loh. Mungkin si Presiden Argentina ini kurang baca berita internasional kali ya. Namanya juga Presiden, pastinya dia punya kerjaan yang lebih penting. Hehehe. Atau sekedar muji-muji doang biar kepentingan dan negosiasinya berjalan dengan lancar. Uppps.

Tapi ada kemungkinan juga kalau ternyata Pak Jokowi yang nggak jujur ke Presiden Argentina kali ya.

Baca juga :
Formula E, Anies Siap Mengebut?

Ya mungkin juga Jokowi malu dan nggak mau bikin Mauricio Macri sedih kali ya kalau tahu kondisi Pemilu Indonesia yang sebenernya. Nanti yang ada kerjasama bilateral antara Argentina dan Indonesia gagal lagi. Upss. (R50)