Dongeng Kapitra tentang Ma’ruf-HRS

Dongen Kapitra tentang Ma'ruf-HRS
Ma'ruf Amin dan Habib Rizieq Shihab. (Foto Dirgantara)
2 minute read

“Cepat pulang… Cepat kembali jangan pergi lagi… Ku ingin kau tuk cepak pulang… Pulang…” ~Marcel


PinterPolitik.com

Selama ini kita selalu dibuat penasaran, kira-kira kapan Habib Rizieq Shihab (HRS) bisa pulang? Kemarin bilangnya cuma mau pergi umroh sebagai bentuk nazar kekalahan Ahok, eh, sampai sekarang tak kunjung kembali. Duh… aduh…

Tapi gaes, sepertinya HRS sudah mulai rindu dengan tanah air, deh. Namun, apa boleh buat, niat dia terbentur dengan masalah hukum yang hingga saat ini belum jelas ke mana arahnya. Doi bahkan sudah sempat mengeluh kalau waktu terasa lambat, 2019 rasanya lama sekali. Hmm, udah nggak sabar ganti presiden ya, biar bisa bebas? Kalau ternyata presidennya nggak ganti gimana? Hehehe.

Nah, di tengah kegalauan HRS yang tak kunjung usai, ternyata ada sosok Ma’ruf Amin, yang menurut Kapitra Ampera, selalu menanyakan soal kepulangan HRS kepada Presiden Joko Widodo. Bahkan, Kapitra bilang, kalau Ma’ruf bisa menanyakan hal tersebut 18 sampai 20 kali setiap ketemu Presiden.

Oalah, kayaknya Pak Kiai sudah kangen betul dengan sahabatnya. Tapi kenapa kemarin nggak ketemuan aja di Tanah Suci? Yang lain saja bisa ketemu? Apa jangan-jangan sahabatnya masih ngambek ya karena Pak Kiai memutuskan menjadi cawapres Jokowi? Uwuwuwuwuw.

Ma'ruf Amin minta Jokowi Pulang HRS. Tapi, kalau HRS maunya ganti presiden gimana dong? Hehehe. Click To Tweet

Kapitra menyampaikan soal tidak jadi bertemunya Ma’ruf dan HRS di Arab Saudi karena khawatir akan dipolitisasi. Namun Kapitra memastikan hubungan keduanya tetap terjalin baik. Doi juga bilang, kalau permintaan Ma’ruf untuk memulangkan HRS itu disampaikan kepada Jokowi sebelum dirinya ditunjuk menjadi cawapres. Konon, presiden menjawab, kalau HRS bisa pulang setelah proses hukum selesai.

Eh, kalau sekarang gimana? Kan sudah diunjuk jadi cawapres, masih suka nanya-nanya gitu nggak? Hehehe.

Kemudian, Kapitra menyinggung sikap GNPF yang seharusnya mendukung calon pemimpin dari kalangan ulama. Kenapa malah memilih orang yang jelas-jelas menolak hasil ijtimak ulama, sedangkan calon pemimpin yang beneran ulama malah nggak didukung.

Hm, tunggu dulu deh Pak. Kalau gitu gimana dengan HRS? Kalau emang Ma’ruf dan HRS bersahabat, kok HRS tetap memusuhi Jokowi dan mendukung Prabowo? Sebagai ulama yang ingin memiliki pemimpin ulama, kok doi nggak mendukung Ma’ruf?

Yah, saya jadi sedikit ragu dengan pernyataan-pernyataan Kapitra di atas. Alih-alih sebagai fakta, aku jadi mikir, mungkin dia hanya sedang menceritakan mimpi indahnya tadi malam. Atau bisa jadi sebenarnya ia sedang ingin membuat dongeng untuk mengambil hati pengikut HRS. Menurut kalian gimana, gaes? (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here