Dokter: Goodbye Jokowi?

Dokter Goodbye Jokowi BPJS Defisit
Joko Widodo. (Foto: Redaksi Indonesia)
2 minute read

“Seorang dokter menyembuhkan, dan alam yang menciptakan kesehatan.” Aristoteles


PinterPolitik.com

BPJS… Oh BPJS… Karena kehadiranmu ku tak perlu khawatir lagi jika tiba-tiba jatuh sakit. Iuran tidak seberapa besar, biaya kesehatan yang ter-cover bejibun. Aihh, karena dirimu juga, kalau mau bolos, nggak perlu mengeluarkan uang untuk minta surat keterangan dokter. Gaji pun tak perlu dipotong. Hehehe

Tapi tahan Sahabat. BPJS memang terlihat seperti anugerah untuk sebagian dari kita. Padahal di dalamnya terdapat lubang kelam yang dapat menjerumuskan kelompok lainnya, mereka adalah tenaga medis dan pada akhirnya, pasien yang tak berdaya pun ikut terjerembab di dalamnya. Mau tahu bagaimana?

Ternyata pemerintah mengeluarkan BPJS tanpa persiapan yang matang, tanpa uang yang cukup. Mungkin beberapa dari kalian juga sudah tahu, kalau BPJS sekarang sedang mengalami kerugian besar. Untuk menutupi itu, pemerintah bahkan harus memalak bea cukai perusahaan rokok.

Jadi, ya, thanks to para perokok setanah air. Berkat kalian, bangsa ini bisa merasakan fasilitas kesehatan murah bahkan gratis. Bolehkah kalian merekok sebanyak-banyaknya agar BPJS bisa bertahan? Haha, pemerintah makin lama makin jago melawak saja.

Di tengah kondisi kesehatan tanah air yang seperti itu, sejumlah dokter dan tenaga perawat akhirnya mendatangi calon presiden Prabowo Subianto di kediamannya. Pertemuan itu salah satunya membahas permasalahan defisit anggaran yang dialami BPJS Kesehatan.

Karena BPJS, mau bolos dengan alasan sakit jadi gratis. Dengan kekuatan surat dokter, gaji pun aman. Tapi tanpa sadar, kita berbahagia di atas penderitaan para tenaga medis yang makin tercekik. 🙁 Click To Tweet

Pak Prabowo, curhat dongss

Di sana, para tenaga medis itu mendiskusikan beberapa masalah kesehatan nasional. Menurut keterangan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, para dokter dan perawat mengeluhkan defisit BPJS yang cukup tinggi, sampai triliunan. Hal tersebut membuat pelayanan kesehatan pada rakyat menjadi stuck atau bahkan berkurang kualitasnya. Jadi, negara nggak boleh maksa tanpa solusi.

Kalau begini ceritanya, mungkin aja Pakde Joko Widodo nggak akan dapat dukungan dari para tenaga medis deh. Siapa juga yang mau dicekik terus-terusan? Kalau dipeluk mesra sih aku suka. Hehehe.

Nah, kalau misalnya Prabowo-Sandiaga yang terpilih, mau dibawa kemana BPJS? Isu kesehatan kan penting karena menyangkut kebutuhan rakyat banyak. Ku tunggu kampanyemu yaa.. (E36)