Dilirik Polda, Sandiaga “Tertipu”?

Dilirik Polda, Sandiaga
Foto : Istimewa
2 minute read

“Semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin menerpanya. Jadi lebih baik jadi pohon yang tinggi atau jadi angin yang kencang?”


Pinterpolitik.com

Belum lama jadi pejabat negara, Sandiaga Uno sudah mulai berurusan sama Polda Metro Jaya aja nih gengs. Gimana nanti kalau Sandi terpilih menjadi wakil presiden ya? Mungkin bukan hanya berurusan sama Polda, tapi juga bisa berurusan sama KPK nih. Ckckck.

Eh, sebentar gengs, jangan kesal dulu dong, kan baru “mungkin”. Bisa jadi Sandi dipanggil KPK atau Polda sekedar menjadi saksi gengs. Bukan berarti harus jadi tersangka melulu kan kalau dipanggil sama Polda atau KPK? Ahahahaha.

Nah, kali ini sedikit berbeda gengs. Sandi akan segera dipanggil Polda terkait pemeriksaan dirinya dalam tiga kasus sekaligus. Namun, Polda belum bisa memanggil Sandi karena masih mempertimbangkan status Sandi yang sudah menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Karena itu Polda sampai hari ini masih mempertimbangkan dan masih menunggu sinyal dari Mabes Polri. Kapolri Jendral Tito Karnavian sempat menyatakan pemeriksaan untuk semua calon kepala daerah, harus ditunda setelah Pilkada selesai. Namun, belum ada kejelasan apakah perlakuan yang sama juga diterapkan dalam kasus pemilihan presiden.

Di luar itu semua gengs, seperti yang telah ramai dibicarakan sebelumnya. Sandi kembali dilaporkan Fransiksa Kumalawati Susilo atas tuduhan penipuan dan penggelapan ke Polda Metro Jaya. Hal ini terkait tuduhan penipuan dan penggelapan dengan korban Edward Soeryadjaya. Weleh-weleh.

Menurut kalian, apakah kasus yang diadukan Fransiska ini benar adanya? Atau Fransiska lagi ngigau aja? Sampai-samapai doi ngigau melaporkan Sandi ke Polda Metro. Wkwkwkw, masa sih gengs Sandi yang kekayaanya luar biasa itu masih bisa nipu dan menggelapkan uang?

Kalau sampai kasus itu benar dan Sandi terbukti menjadi tersangka, bahaya dong gengs? Bisa jadi kasusnya mirip-mirip kayak Ahok nih. Sudah banyak simpatisan dan dinobatkan menjadi pemenang Pemilu, eh taunya harus mengubur niatnya menjadi pemimpin karena terhalang sama kelakuannya yang minus. Weleh-weleh.

Dalam laporannya, Fransiska mengaku ditunjuk sebagai kuasa Edward Soeryadjaya selaku korban terkait tuduhan penipuan dan penggelapan yang dialamatkan ke Sandi.

Kronologinya Sandi terlibat dalam kasus penipuan yang berawal dari permintaan Edward untuk pengurusan PT Japirex. Diduga Edward mengalami kerugian mencapai Rp20 miliar.

Hmmm, kayaknya kasus ini mah kecil gengs buat Sandi. Mbok kemarin PKS sama PAN aja  dikasih Rp500 miliar. Kalau Rp20 miliar doang mah receh banget gengs. Uppss, terkait Rp500 miliar itu baru kabar angin sepoy-seopy ya gengs. Wushh, sejuk-sejuk sedap nih. Wkwkwkwk. (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here