Diaz ‘Korban Politik’ Hendropriyono

Hendropriyono
AM Hendropriyono dan Diaz Hendropriyono. (Istimewa)
2 minute read

“Saya yakin, PKPI semakin maju di bawah kepemimpinan Diaz Hendropriyono.” ~ Jokowi.


PinterPolitik.com

Kabar yang lumayan mengejutkan sempat mewarnai dunia politik tanah air, tak lain gara – gara AM Hendropriyono mundur sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Tak ada angin tak ada hujan, tiba – tiba AM Hendropriyono mundur. Katanya sih supaya Hendropriyono bisa leluasa berkomunikasi dengan para koleganya yang kini berada di partai politik yang saling berseberangan.

Weeeiitsss, mungkin Hendropriyono belum mendengar adagium politik yang mengatakan “tak ada musuh atau kawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan”. Seharusnya sih kalau prinsipnya sahabat, ya justru lebih mudah berkomunikasinya.

Kan tahu sendiri yang menjadikan partai politik saling berseberangan itu karena kepentingan masing – masing pihak tak terakomodir, coba sahabat – sahabat yang dikatakan Hendropriyono itu berembuk secara persahabatan, ehmmm.

Alhasil, keputusan Hendropriyono sontak membuat kader PKPI terkejut bukan kepalang. Hadeuhh, dari kabar mundurnya itu sempat berpotensi terjadinya friksi yang berlebihan karena ada peluang untuk menduduki posisi Ketua Umum.

Tapi, tentunya Hendropriyono tak mungkin meninggalkan PKPI tanpa jejak dan peninggalan yang membekas kan? Ehm, ya iyalah.

Lama tak ada kabar, ternyata peninggalan Hendropriyono baru ketahuan saat mendengar nama Ketua Umum PKPI terpilih yaitu Diaz Hendropriyono. Weeeiittss, jangan aneh gitu dong. Namanya sudah betul itu.

Nah Ketua Umum PKPI yang baru itu adalah anak Hendropriyono sendiri. Ehmmm, ini ya yang dinamakan peninggalan dari Ketua Umum yang lama. Mungkin ini yang disebut warisan politik sang ayah untuk si buah hati, weleeeh weleeeh.

Tapi kalau mendengar nama Diaz tentu bukan nama yang asing. Ia adalah staf khusus Presiden, uppsss, walaupun sempat dikatakan kalau jabatan itu karena politik balas jasa Jokowi kepada Diaz sebagai relawan Jokowi dan anak Hendropriyono.

Makanya, Jokowi sangat setuju kalau Diaz jadi Ketua Umum PKPI bahkan menaruh harap kalau Diaz bisa membawa PKPI semakin maju lagi, weleeeh weleeeh.

Saat jadi relawan dapet jabatan ehhh, mumpung ayahnya mundur, Diaz dapat jabatan lagi sebagai Ketua Umum PKPI. Ehmm, warisan politik sang ayah untuk Diaz.

Bisakah tanpa embel – embel keturunan Hendropriyono, Diaz menjadi Ketua Umum PKPI? Ehmm, entahlah.

Kalau cuma mau melanggengkan dinasti, Soong May-ling pernah mengatakan, saya lebih suka tidak memiliki keturunan daripada mengorbankan kepentingan orang banyak. Hmmm, nah loh? (Z19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here