Di Balik Pujian Airlangga

Di Balik Pujian Airlangga Untuk Jokowi
Foto : Istimewa
2 minute read

“Indonesia tanah air beta, pusaka kita semua. Oh, indahnya tanah air beta, banyak pejabat yang lupa sama kita. Ingatnya pas Pemilu saja.”


PinterPolitik.com

Sering kali terngiang di kepalaku omongan orang yang bilang mayoritas orang Indonesia itu pemalas, jorok, tidak tertib, lenjeh (tidak punya pendirian), kampungan, gampangan, mudah dibohongi, dan gampang sekali ditunggangi.

Benar kah demikian kawanku? Kalau tidak demikian, mengapa kok banyak manusia di negeri ini masih suka buang sampah sembarangan? Mengapa negara sebesar ini masih menyandang gelar negara berkembang yang tidak jelas kapan majunya?

Jangan-jangan kita tidak menjadi negara maju karena sebagian besar manusianya tidak memiliki kriteria seperti yang pernah diungkapkan Nietzsche sebagai syarat untuk menjadi personal  manusia unggul atau Übermensch? Weleh-weleh.

Kalau menurut Nietzsche sih Übermensch adalah suatu bentuk manusia yang yang menganggap dirinya sebagai sumber nilai. Manusia yang telah mencapai Übermensch ini adalah manusia yang selalu mengatakan “ya” pada segala hal dan siap menghadapi tantangan, yang mempunyai sikap selalu mengafirmasikan hidupnya dan berpikiran positif kepada dirinya sendiri.

Hmmm, mungkin apa yang dibilang Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tentang Presiden Jokowi yang menurutnya “Indonesia banget” dengan sifat-sifat seperti sederhana, jujur, atau tidak punya conflict of interest adalah salah satu contoh pengakuan manusia unggul yang dimaksud Nietzsche?

Eh, tapi sebentar, apa Airlangga tahu ya sama apa yang dikatakan Nietzsche soal konsep Übermensch? Kalau engak tahu, malah jangan-jangan Airlangga sebenarnya lagi nyindir Jokowi karena “Indonesia banget” kan juga identik dengan kemalasan, jorok, mudah ditunggangi, mudah dibohongi dan lain sebagainya ya? Wkwkwk.

Weit, tenang-tenang, khusus untuk para cebong, jangan marah dulu ya. Airlangga muji Jokowi “Indonesia banget” untuk menipis omongan negatif tentang Indonesia kok. Ehehehe.

Jadi intinya, kalau kita masih mendengar perkataan yang menjelek-jelekan sifat orang Indonesia, mungkin kita harus memberi tahu orang-orang itu tentang konsep Übermensch.

Ahahahay, eh btw saya ngomong gini bukan berarti bilang Jokowi tidak seperti apa yang Airlangga katakan ya! Awas loh dipelintir, soalnya bisa bahaya. Uppsss. (G35)

Related Posts

Baca juga :
'Potong Gaji' Direksi BPJS Kesehatan