Di Balik Emosi Jiwa Jokowi

jokowi marah
Joko Widodo. (Foto: Kaskus)
2 minute read

“Perang tidak bisa dimenangkan dengan emosi. Tetapi perhitungan yang dingin.” ~Y.B Mangunwijaya


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini pidato Jokowi kerap diwarnai dengan kata-kata penuh kekesalan dan amarah. Tak ayal, sikapnya menjadi gorengan yang nikmat untuk oposisi. Apakah Jokowi mulai gampang terpancing amarah? Perasaan dulu sabar-sabar aja?

Ya, ku tahu Jokowi juga manusia. Tapi kenapa baru keluar garangnya pas mendekati Pilpres 2019? Apa Jokowi mulai panik? Hayooo, kita main tebak-tebakan. Hihihihi.

Kegarangan Jokowi baru-baru ini menjadi bahan obrolan lucu-lucuan kubu sebelah, tepatnya dalam diskusi Topic of The Week bertajuk ‘Carut Marut Komunikasi Kebijakan Jokowi: Konsistensi, Inkonsistensi dan Ambivalensi’ yang digelar di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Orang pendiam kalau marah biasanya menyeramkan. Tapi kalau Jokowi? Click To Tweet

Salah satu pembicara sekaligus Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat Jokowi mulai merasa kewalahan dalam upaya memenangkan Pilpres 2019. Kenapa? Kemungkinan karena relawannya di Pilpres 2014 kini sibuk duduk sebagai komisaris. Karena itu Jokowi jadi nggak bisa terlalu berharap perjuangan relawan bisa optimal di pilpres tahun depan.

Nggak cuma itu gaes, menurut Hendri, kini Jokowi sudah tidak ditemani sosok pendamping seperti Jusuf Kalla yang pada 2014 memberi andil dan pengaruh besar terkait sikap Jokowi. JK Dinilainya berbeda dengan Ma’ruf yang kini menjadi cawapres Jokowi.

Di Pilpres 2019, kemampuan Ma’ruf untuk menyampaikan isu justru masih diragukan. Menurut Hendri, Jokowi bahkan bisa dikatakan, sedang bertarung sendiri mempertahankan prestasinya.

Ya, kan tahu sendiri dari oposisi juga sedang gencar-gencarnya mengkritisi kebijakan Jokowi. Pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang menjadi kebanggaan Jokowi saja dianggap sebagai suatu hal yang salah. Tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat katanya. Nah, kalau kritikan macam begitu ditelan bulat-bulat oleh rakyat gimana? Bisa gagal dua periode dong doi?

Waktu Esemka kemarin deh, sekalinya Ma’ruf ngomong, eh malah bohong. Katanya Esemka akan launching akhir Oktober, ternyata nggak terbukti toh? Belum lagi sikap Ma’ruf yang terkenal sebagai penganut Islam yang amat konservatif, yang justru membuat pendukungnya lari.

Kalau menurut Hendri, begitulah alasan kenapa Jokowi akhir-akhir ini sering emosian, memilih diksi yang cukup serampangan dalam pidatonya.

Ehh, tapi ini cuma hasil pengamatan Hendri aja loh ya… Bisa benar, bisa jadi cuma untuk memuaskan pihak yang mengundang dirinya saja. Ededededeh…

Tapi kalau menurut kalian, wajar nggak sih kalau sekarang Jokowi sering es mosi? Hihihi. (E36)