“Dendam” Thomas dan Unicorn Singapura?

Thomas Kasih Unicorn ke Singapura
Thomas Lembong (Foto: Asia Society)
2 minute read

“Kami tidak memiliki perusahaan Singapura sebagai induk perusahaan. Kami selalu melaporkan penanaman modal tersebut sesuai amanat yang diberikan oleh BKPM.” – Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek


PinterPolitik.com

Apa reaksi lo kalau benda yang paling lo sayang itu diambil sama orang lain? Pasti marah lah ya.

Nah, ini sama kayak kemarin, ketika Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong sempet bilang kalau unicorn-unicorn kesayangannya Pak Jokowi itu diklaim sebagai miliknya Singpura loh.

Ehm. Entah itu cuma prank atau beneran kejadian, kalo gue jadi Pak Jokowi sih pasti gue udah jantungan hampir mati. Hehehe.

Nah, jadi ceritanya itu, Thomas Lembong sempat bilang kalau induk perusahaan dari Gojek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia itu lokasinya ada di Singapura. Katanya sih informasi ini diambil dari data di Google-Temasek.


Kalau gitu ceritanya, berarti aliran modal atau investasi perusahaan-perusahaan unicorn itu nggak masuk ke datanya Indonesia dong.

Walaupun Pak Thomas Lembong itu lulusan Harvard, tapi dia tetaplah manusia biasa yang dapat berbuat salah gaes. Soalnya pihak Tokopedia dan Bukalapak langsung kasih klarifikasi ke Pak Thomas dan pihak Gojek juga langsung bikin klarifikasi ke publik terkait hal itu.

Pihak Gojek sendiri langsung bilang kalau perusahaan yang udah ganti logo itu asli Indonesia dan bukan perusahaan Singapura.

Makanya Thomas Lembong juga langsung minta maaf dan meralat omongannya itu di status twitternya gengs.

Tapi tetep aja lah, kok bisa-bisanya sih Pak Thomas Lembong kasih kesimpulan yang salah begitu terhadap unicorn-unicorn kesayangannya Jokowi.

Berarti laporan unicorn-unicorn selama ini nggak pernah didata dong sama BKPM, makanya doi bisa ampe bilang begitu. Upss.

Jangan-jangan Thomas Lembong sengaja bikin panik Jokowi karena masih dendam gara-gara Jokowi pernah menggunakan kata “bodoh” di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait investasi Indonesia.

Emang sih luka hati itu nggak mudah untuk dilupakan, tapi emangnya nggak cukup ya pembalasannya Pak Thomas waktu dulu pernah “buka dapur perusahaan” yang harusnya itu nggak dikasih ke publik. Itu loh, yang soal polemik Shell yang mau hengkang dari blok Masela. Itu ditulis media asing loh. Upss.

Untung aja Pak Jokowi nggak langsung telepon Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong sambil ngomel-ngomel ya. Kalau gitu ceritanya, bisa sia-sia deh kedatangannya Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan pas pertengahan Juli lalu. Hehehe. (R50).

► Ingin video menarik lainnya? Klik di: http://bit.ly/PinterPolitik

Facebook Comments

Baca juga :
Meraba Kesaktian “Pusaka Jawa” Jokowi