Demokrasi Memecah Belah Bangsa?

pemilu 2019
Pemilu. (Foto: Kantor Berita Pemilu)
2 minute read

“Masyarakat dibentuk oleh kebutuhan kita, pemerintahan dihasilkan oleh kejahatan kita.” ~Thomas Paine


PinterPolitik.com

Pagi ini ku baca berita soal Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang disambut dengan pekikan ‘Jokowi! Jokowi! Jokowi!’ ketika berkunjung ke Surabaya, Jawa Timur. Waduh, kok bisa salah sebut begitu?

Ini bukan kejadian sekali dua kali ya. Ingat drama Sandiaga Uno yang ditolak sama warga yang mengaku pendukung paslon nomor urut 01 di Medan? Terus ada juga tuh kejadian dua orang membawa poster Prabowo-Sandiaga di acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Kira-kira ngapain mereka begitu?

Sebenarnya apa sih maksud dari para pendukung-pendukung nekat ini? Kenapa harus show-off dukungan di tengah massa pendukung paslon lain? Apakah mereka tidak berpikir kalau mereka ini merusak suasana kampanye orang lain? Tidak bisakah kita saling menghormati dan menghargai pilihan politik orang lain?

Saling menghormati adalah kunci utama perdamaian dunia... Click To Tweet

Lagi pula, pendukung yang terlalu fanatik macam begitu bahaya untuk persatuan negeri. Mereka bisa dibilang mengganggu, karena kerap kali mengundang emosi kelompok pendukung lainnya. Kalau begini terus, kapan demokrasi kita akan dewasa?

Hmmm, beberapa waktu lalu ku melihat video pertemuan antara kelompok emak-emak pendukung paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan kelompok emak-emak pendukung paslon nomor 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Secara kebetulan mereka bertemu di mall, tapi nggak saling mengejek apalagi sampai ribut. Yang begini harus dicontoh bukan?

Para emak-emak ini bisa loh berpelukan dan bersalaman sambil menyanyikan yel-yel untuk mendukung paslon masing-masing. Mereka sadar kalau pemilu hanya ajang lima tahunan sekali, namun apa yang dilakukan saat ini adalah investasi untuk memupuk persatuan bangsa Indonesia sampai beberapa tahun ke depan atau bahkan selama-lamanya.

Baca juga :
Ancaman Faksi Hantui Kumbo Jokowi?

Ku jadi teringat dengan pernyataan Sean M. Lynn Jones, dalam makalahnya yang berjudul ‘Why the United States Should Spread Democracy’, maksud dari demokrasi adalah untuk mempromosikan kebebasan, mencegah kelaparan, dan mendorong pembangunan ekonomi, bukan untuk memicu baku hantam. Jadi, ngapain sih memancing keributan? Mending mancing ikan, lebih berfaedah. Hehehe. (E36)

Facebook Comments