Delusi Serbuan TKA Tiongkok

Delusi Serbuan TKA Tiongkok
Sejumlah pekerja asing asal China berbaris saat hendak didata oleh Ditreskrimum Polda Kalbar, di kawasan proyek pembangunan PLTU di Jungkat, Pontianak, Kalbar.
2 minute read

“Sebenarnya arus tenaga kerja asing sudah merupakan sebuah keniscayaan. Nah, pada situasi itu yang kita butuhkan justru bagaimana melindungi tenaga kerja kita sendiri.” ~ Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.


PinterPolitik.com

Menjelang tahun pemilu, isu tenaga kerja asing memang akan selalu menjadi isu yang seksi. Banyak politisi yang menggunakan isu ini untuk menaikan tingkat elektabilitas partainya di mata rakyat. Mengenai benar atau tidaknya isu yang mereka angkat, ya itu sih belakangan. Yang penting udah keliatan keren seakan membela hak pekerja Indonesia.

Ya seperti saat ini, di mana politisi oposisi beramai-ramai menghardik Pemerintah yang seakan pro terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) ketimbang pekerja Indonesia itu sendiri. Mmm, apa iya kayak gitu? Wah, ini artinya Pemerintah melakukan penelantaran terhadap pekerja Indonesia dung ya. Wedew.

Menurut Fadli Zon, pasar tenaga lokal tuh dibanjiri oleh TKA loh. Mmm, maca cih kayak gitu? Omdo gak nih Om Fadli bilang gitu? Jangan-jangan cuma tes riak di akar rumput aja ya. Siapa tau isu ini masih anget buat digoreng terus sampe Pilpres tiba. Lempar isu gak boleh asal, nanti dibilang hoax sama Warganet.

Nih ya, eike kasih tau. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri per akhir tahun 2017, total berjumlah lebih dari 9 juta dan tersebar di beberapa negara. Di Tiongkok sendiri, TKI mencapai 10 persen, atau bisa dikatakan sekitar 1 juta pekerja Indonesia mengais rezeki di negara Tirai Bambu itu. Catet tuh!

Sedangkan total TKA di Indonesia berjumlah 120 ribu. Dan dari jumlah itu, TKA asal Tiongkok hanya 24 ribu. Coba deh guys, kalian bandingin angka 24 ribu itu sama jumlah tenaga kerja Indonesia di dalam negeri yang mencapai 120 juta orang. Ayo, banyakan mana nih angkanya. Pada bisa ngitung kan ya?

Baca juga :
Buwas Mau Gantikan Menteri Enggar?

Mungkin dimata Om Fadli, angka 24 ribu ini terlihat seakan 2,4 juta, jadi dia panik gak ketulungan sehingga perlu menyampaikan kritik kelas receh ini. Eike kok jadi penasaran sama kaca mata yang di pake Om Fadli ya. Kira-kira minus berapa ya itu. Kok membandingkan jumlah angka aja gak bisa. Cape deh.

Kayaknya nih, sebagai oposisi, Om Fadli jarang dapet jatah ‘kue’ dari Pemerintah. Jadi wajar aja kalau dia sering ngelantur saat ngeritik Pemerintah. Toh menurut filsuf Voltaire (1694-1778), ‘Never argue at the dinner table, for the one who is not hungry always gets the best of the argument.’ (K16)

Facebook Comments