Deddy Mizwar Senang ‘Dimusuhi’

Deddy Mizwar Senang ‘Dimusuhi’
Deddy Mizwar. (Foto: Tempo)
2 minute read

“Adanya pihak yang melapor ke Bawaslu adalah salah satu hambatan yang saya kira jadi tanda-tanda kemenangan.” ~ Deddy Mizwar


PinterPolitik.com

Perhelatan Pilgub Jawa Barat terlihat ramai sekali, pasalnya terdiri dari empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Kalau calonnya banyak gini, bingung ga sih milih yang mana? Ga bingunglah, kan bisa melihat siapa calon Gubernur beneran dan siapa yang cuma jadi penggembira, weleeeh weleeeh. Lagian banyak amat sih, heuhh.

Nah kalau empat pasangan gini, kayaknya gesekan antar calon juga besar, makanya tak aneh kalau aduan pelanggaran sebagai alat serang salah satu calon pun gencar dilakukan. Alhasil, Bawaslu lumayan dibikin sibuk lah gara – gara aduan begitu, hmmm.

Tapi kalau adanya dugaan pelanggaran begitu, biasanya para pasangan calon ada yang deg – degan karena ketahuan melakukan kecurangan, misalnya ya, tapi belum ada sih weleeeh weeleeeh.

Yang menarik, calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar (Demiz) melompat kegirangan saat ada pihak yang melaporkannya ke Bawaslu. Lah kalau ada laporan Bawaslu bukannya ada dugaan pelanggaran ya? kok Demiz malah seneng begitu?

Ini dia anehnya Pilgub Jawa Barat, kemaren ada calon Wakil Gubernur yang kampanye di atas genteng. Nah ini lagi, malah kegirangan dilaporin ke Bawaslu gara – gara katanya melanggar aturan Pemilu, hadeuuhh aya – aya wae.

Kalau kata Demiz, semakin banyak pihak yang melaporkan dirinya ke Bawaslu artinya kemenangan sudah di depan mata. Lah kok gitu? Ga takut dianulir emang kepesertaan Pilgubnya? Ga takut sanksi?

Ya kalau urusan sanksi dan yang lainnya biarin aja Bawaslu yang urus, kan emang tugasnya Bawaslu. Tapi yang jadi pemikiran Demiz sih, semakin banyak upaya untuk menjatuhkan dirinya, berarti menandakan kalau lawannya sudah putus asa melihat kekuatan Duo DM.

Baca juga :
Moeldoko Anggap Jokowi Cenayang

Nah loh, pada ketakutan kalah kali ya dari Demiz, weleeeh weleeeh, pantesan Demiz kegirangan begitu.

Makanya kalau kata Sejarawan Skotlandia, Thomas Carlyle, apabila tidak ada musuh ya ga mungkin dong ada pertempuran, nah kalau ga ada pertempuran ga mungkin juga ada kemenangan.

Makanya, Demiz seneng aja kalau udah ada lawan yang mati kutu dan malah sengaja menghambatnya dengan cara melaporkannya ke Bawaslu. Ada pelanggaran inilah itulah, ciyeee dapet tanda – tanda kemenangan nih yee, weleeeh weleeeh. (Z19)