HomeData PolitikPresiden: Kedepankan Persaudaraan

Presiden: Kedepankan Persaudaraan

Kecil Besar

“Saya mengajak dan mengimbau semua pihak agar selalu mengedepankan persaudaraan, mengedepankan kebersamaan, dan mengedepankan persatuan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 16 Februari 2017.


pinterpolitik.com

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, Polri, TNI, dan seluruh aparat keamanan yang telah berkerja keras, sehingga pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di 101 daerah pemilihan di Tanah Air, Rabu (15/2/2017), berlangsung  aman dan lancar.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Presiden Jokowi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi pada pelaksanaan Pilkada Serentak.

“Saya mengajak dan mengimbau semua pihak agar selalu mengedepankan persaudaraan, mengedepankan kebersamaan, dan mengedepankan persatuan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/2).

Menurut Presiden, hal itu perlu dilakukan agar pemerintah bisa segera fokus pada program-program pembangunan yang membawa kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam konferensi pers itu Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi SP.

Pilkada serentak berlangsung di tujuh Provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Pilkada di tingkat provinsi adalah di Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Hari pemungutan suara, Rabu 15 Februari 2017, ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 2017  tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2017 sebagai Hari Libur Nasional. (Setkab/E19)

Baca juga :  The Irreplaceable Luhut B. Pandjaitan? 
spot_imgspot_img

#Trending Article

Didit The Peace Ambassador?

Safari putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit, ke tiga presiden RI terdahulu sangat menarik dalam dinamika politik terkini. Terlebih, dalam konteks yang akan sangat menentukan relasi Presiden Prabowo, Joko Widodo (Jokowi), dan Megawati Soekarnoputri. Mengapa demikian?

Prabowo Lost in Translation

Komunikasi pemerintahan Prabowo dinilai kacau dan amburadul. Baik Prabowo maupun para pembantunya dianggap tak cermat dalam melemparkan tanggapan dan jawaban atas isu tertentu kepada publik, sehingga gampang dipelintir dan dijadikan bahan kritik.

2029 Anies Fade Away atau Menyala?

Ekspektasi terhadap Anies Baswedan tampak masih eksis, terlebih dalam konteks respons, telaah, dan positioning kebijakan pemerintah. Respons dan manuver Anies pun bukan tidak mungkin menjadi kepingan yang akan membentuk skenario menuju pencalonannya di Pilpres 2029.

The Pig Head in Tempo

Teror kepala babi dan bangkai tikus jadi bentuk ancaman kepada kerja-kerja jurnalisme. Sebagai pilar ke-4 demokrasi, sudah selayaknya jurnalisme beroperasi dalam kondisi yang bebas dari tekanan.

PDIP Terpaksa “Tunduk” Kepada Jokowi?

PDIP melalui Puan Maharani dan Joko Widodo (Jokowi) tampak menunjukan relasi yang baik-baik saja setelah bertemu di agenda Ramadan Partai NasDem kemarin (21/3). Intrik elite PDIP seperti Deddy Sitorus, dengan Jokowi sebelumnya seolah seperti drama semata saat berkaca pada manuver PDIP yang diharapkan menjadi penyeimbang pemerintah tetapi justru bersikap sebaliknya. Lalu, kemana sebenarnya arah politik PDIP? Apakah akhirnya secara tak langsung PDIP akan “tunduk” kepada Jokowi?

The Irreplaceable Luhut B. Pandjaitan? 

Di era kepresidenan Joko Widodo (Jokowi), Luhut Binsar Pandjaitan terlihat jadi orang yang diandalkan untuk jadi komunikator setiap kali ada isu genting. Mungkinkah Presiden Prabowo Subianto juga memerlukan sosok seperti Luhut? 

The Danger Lies in Sri Mulyani?

IHSG anjlok. Sementara APBN defisit hingga Rp31 triliun di awal tahun.

Deddy Corbuzier: the Villain?

Stafsus Kemhan Deddy Corbuzier kembali tuai kontroversi dengan video soal polemik revisi UU TNI. Pertanyaannya kemudian: mengapa Deddy?

More Stories

Infrastruktur Ala Jokowi

Presiden juga menjelaskan mengenai pembangunan tol. Mengapa dibangun?. Supaya nanti logistic cost, transportation cost bisa turun, karena lalu lintas sudah  bebas hambatan. Pada akhirnya,...

Banjir, Bencana Laten Ibukota

Menurut pengamat tata ruang, Yayat Supriatna, banjir di Jakarta disebabkan  semakin berkurangnya wilayah resapan air. Banyak bangunan yang menutup tempat resapan air, sehingga memaksa...

E-KTP, Dampaknya pada Politik

Wiranto mengatakan, kegaduhan pasti ada, hanya skalanya jangan sampai berlebihan, sehingga mengganggu aktivitas kita sebagai bangsa. Jangan juga mengganggu mekanisme kerja yang  sudah terjalin...