Cawalkot Bekasi Mantan Napi?

Cawalkot Bekasi Mantan Napi?
2 minute read

Di Pilkada Bekasi 2018 nanti, PDI Perjuangan memutuskan mengusung calon tunggal yang juga mantan narapidana. Kabarnya, mantan napi yang juga mantan walikota Bekasi ini, elektabilitasnya masih tinggi!


PinterPolitik.com

“Kader PDI Perjuangan nggak ada yang kuat di Bekasi. Saya juga ini mau menjaga partai, jangan sampai ditinggalin orang.”

Sungguh murni dan berdedikasi sekali, niat Mochtar Mohamad atau yang lebih sering disapa sebagai M2 (Em-two), pada partainya – PDI Perjuangan. Sampai-sampai, ia merelakan diri untuk datang mengambil formulir pendaftaran calon walikota (cawalkot) untuk bersaing dengan empat kandidat lainnya.

Dan betapa mulianya, ketika akhirnya Partai Banteng mendapuknya sebagai satu-satunya calon di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang, M2 dengan tangan terbuka langsung menerima. Walau sebenarnya dalam berbagai survei, namanya berada diperolehan suara yang enggak tinggi-tinggi amat.

Tapi apa mau dikata, pamor Pertahana Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu memang hanya bisa dipepet oleh M2. Sebagai mantan walikota Bekasi periode 2003-2008, ternyata ia masih punya pengaruh dan loyalis. Konon, merekalah yang mendorong-dorong pebisnis ini untuk kembali mencoba nikmatnya kursi walikota.

Apalagi undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah direvisi, sehingga di 2018 nanti, M2 bisa kembali berlaga. Walaupun statusnya mantan narapidana. Berkat revisi UU Pilkada itu juga, Partai Merah yang di Bekasi tengah merana, merasa punya asa. Walau mantan napi, apa salahnya dicoba, barangkali saja menang nantinya.

Setelah ditelisik, masih banyak yang berpikir kalau M2 bukan orang yang patut disalahkan oleh KPK, karena dirinya “hanyalah” pihak penyuap. Bukan yang disuap. Walau suap-suapan itu jumlahnya sampai miliaran, pun sudah ia bayar dengan mendekam di penjara tiga tahunan.

Baca juga :
Kesetiaan Surya Paloh, Masihkah Kokoh?

Itu sudah dapat remisi lho, dan bonus bisa kelilingan di Jakarta selama masih berstatus tahanan. Sampai-sampai petugas lembaga pemasyarakat Sukamiskin, Bandung pun dipanggil dan diadili. Tapi sungguh, itu bukan kesalahannya M2. Sebagai seorang kaya raya dan punya kenalan orang-orang berkuasa, bagi M2 tidak ada yang tidak bisa.

Jadi setelah bebas, mengapa menjadi walikota lagi aja mesti mustahil? Uang punya, koneksi ada, kekuasaan sebenarnya mudah saja digapainya. Cuma pertanyaannya, apakah masyarakat Bekasi benar-benar memandangnya pantas untuk berkuasa lagi? Atau memang PDI Perjuangan saja yang sudah mati angin di Bekasi? Kita lihat hasilnya usai Pilkada Serentak 2018 nanti. (R24)

Facebook Comments