Candaan Bom Gaje Anggota DPRD

Candaan Bom Gaje Anggota DPRD
Istimewa
2 minute read

“Saat pemeriksaan barang bawaan sempat ditanya petugas. Oknum anggota dewan itu bilang ada bom (di tas temannya). Dan oknum yang satu lagi saat di dalam pesawat mengatakan pada pramugari kalau tas yang dibawanya berisi bom.” ~ Kapolsek Rogojampi, Kompol Suharyono.


PinterPolitik.com

Entah apa yang ada dibenak dua orang anggota DPRD Banyuwangi, Jawa Timur. Keduanya diturunkan paksa dari pesawat Garuda Indonesia sesudah melakukan candaan terkait keberadaan bom di Bandara Blimbingsari. FYI aja nih ya, kedua orang tersebut adalah Ketua DPC Gerindra, Nouval Baderi dan Ketua DPC Hanura, Basuki Rachmad.

Jadi ceritanya dua orang ini bermaksud memperingatkan atau hanya becanda aja sih? Tapi kalau memperingatkan, atas dasar apa? Memangnya ada bukti awal yang mendasari peringatan itu? Kalau gak ada, itu namanya mengada-ada dung. Apa bener cuma becandaan aja? Bom kok dibuat becandaan. Cius gak lucu banget tau gak sih.

Candaan Bom Gaje Anggota DPRD

Dan gegara ulah dua orang ini, pilot yang harusnya menerbangkan pesawat GA 265 gak berani melakukan penerbangan karena khawatir benar ada bom di dalam pesawat. Kalau bukan untuk tujuan memperingatkan, ataupun juga candaan, apamungkin tujuannya itu mengancam? Kok udah kayak teroris aja sih pake ngancem segala.


Ya moga aja gak gitu ya. Siapa tau sebenernya mereka lagi kecapean akut, jadi pas mau boarding dan diperiksa isi tas mereka, terceletuk lah kata-kata yang gak berkenan itu. Tapi gak gitu juga keles. Norki amat sih. Kayak gak pernah naik pesawat aja sih, sampe gak tau aturan dan etika berperilaku saat di bandara. Hadeuh.

Candaan Bom Gaje Anggota DPRD

Menurut eike candaan bom yang terucap cuma gegara risih sewaktu tas mereka diperiksa sama petugas. Ya namanya juga Anggota Dewan Yang Terhormat, pasti sedikit banyak gak terlalu suka lah ya kalau diperiksa barang bawaannya. Secara itu kan privasi banget. Misalnya ketahuan bawa hal-hal yang memalukan gak enak juga ya, ups.

Ah, palingan curiganya mereka cuma caper aja sama media. Jadi kalau bikin ulah di bandara, nanti pasti diekspos sama media. Masuk berita deh. Terus nanti kirim chat ke anak istri di rumah, “Jangan lupa rekam ya tayangan televisinya, kan jarang-jarang papa masuk tv”. Jiah, cape deh. Yang penting mah eksis, iya gak? Aya aya wae ah. (K16)

Baca juga :
Ada #Sawitbaik, Pemerintah Pasrah Karhutla?