Judul Sinetron PKS-Gerindra

calon wagub DKI
Prabowo Subianto. (Foto: Berita Dunia)
2 minute read

“Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri.” ~Goenawan Mohamad


PinterPolitik.com

Eng, ing, eng, kirain masalah soal wagub DKI Jakarta sudah rampung ya setelah Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan kalau kursi DKI-2 merupakan jatah PKS.

Fadli juga mengakui soal kesepakatan yang telah ditandatangani pimpinan PKS dan Gerindra, sebagai konsekuensi atas kerelaan PKS menyerahkan kursi cawapres ke Gerindra. Tapi kenapa Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik masih ngotot? Why? Omagaa…

Gara-gara berita yang menggantung begini, kubu PKS nampaknya juga sudah mulai bete. Terlihat dari pernyataan Hidayat Nur Wahid yang bilang kalau ketidakpastian ini berlarut-larut bisa mengancam soliditas antara PKS dan Gerindra di politik Indonesia secara umum.

Karena sikap M. Taufik yang percaya diri tersebut, sepertinya juga membuat PKS bingung. PKS bahkan masih mengira kalau bola panas ada di Gerindra, wong Fadli Zon bilang bola panas ada di PKS. Lah, ini ngapa malah pada mainan bola api dah? Kandidat wagub DKI dulu oi diurusin. Ettdahh…

Taufik bersikeras kalau dirinya berhak untuk mengisi jabatan yang dilepas Sandiaga Uno tersebut. Dia malah berkomentar kalau penyerahan kursi wagub DKI untuk PKS hanyalah karangan belaka.

Waktunya tebak-tebakkan!!! Kursi-kursi apa yang jadi rebutan PKS dan Gerindra? Click To Tweet

Hmm, jadi maksudnya Pak Taufik sedang menuduh Fadli Zon mengarang gitu? Yassalamm, kalau begini ceritanya mending Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang ngomong langsung deh. Soalnya masing-masing orang punya klaim masing-masing. Kapan kelarnya?

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lucky Sandra Amalia pun berpendapat, drama perebutan kursi wagub DKI ini bisa berlarut-larut kalau Prabowo tidak lekas memberikan instruksi kepada kadernya.

Baca juga :
Sindir Jokowi, Anies Salah Peluru

Sebagai bos besar, tentu titah itu diperlukan ya, biar yang beda-beda omongan ini jadi satu pemahaman. Nggak masing-masing kayak anak ayam kehilangan induknya.

Kalau dilihat-lihat, polemik berkepanjangan antara PKS dan Gerindra udah kayak cerita sinetron ya nggak sih gaes? Enaknya dikasih judul apa ya? Jabatanmu Ternyata Bukan Untukku, Janjimu Janji Palsu, Janjimu Kini Tidak Semanis Dulu, atau Jabatan yang Dulu Kau Berikan padaku Ternyata Jabatan yang Diakui Kadermu Sendiri? Hmmmmm, panjang yaaa… hmmmm. (E36)