Buasnya Buwas perangi narkoba

    Buasnya Buwas perangi narkoba
    istimewa
    2 minute read

    Indonesia darurat narkoba, begitulah pernyataan Presiden Jokowi tahun lalu. Narkoba memang menjadi momok yang menakutkan bagi banyak negara di dunia. Sudah tak terhitung korban yang meninggal akibat Narkoba, dari usia remaja hingga dewasa.


    PinterPolitik.com

    JAKARTA – Mengacu pada data Badan Narkotika Nasional (BNN), di tahun 2015 saja pengguna Narkoba di Indonesia mencapai 5,9 juta jiwa. Yang lebih menakutkan, berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pengguna Narkoba usia remaja di tahun 2016 naik menjadi 14 ribu jiwa dengan rentang usia 12-21 tahun.

    Kerugian negara juga cukup tinggi, BNN mencatat angkanya bisa mencapai Rp. 63,1 triliun. Di Indonesia sendiri, diketahui ada sekitar 60 jaringan yang beroperasi dan angka kematian akibat Narkoba diperkirakan sekitar 40 hingga 50 orang setiap harinya.

    Niat Presiden untuk memerangi Narkoba, dilaksanakan dengan gigih oleh Ketua BNN Komjen Pol. Budi Waseso yang terlihat begitu buas dalam memerangi Narkoba. Mantan Kepala Bareskrim Polri ini berjanji akan menindak tegas para pelaku Narkoba, baik pembuat, pengedar, penjual, hingga pemakai.

    “Omzet jaringan Narkoba telah mencapai Rp. 3,6 triliun dalam setahun, namun tahun lalu tercatat Rp. 2,7 triliun yang aliran dananya keluar dari Indonesia dan menyebar ke sebelas negara dan jumlah terbanyak mengalir ke Tiongkok,” katanya.

    Selama menjadi Ketua BNN, Budi Waseso sudah banyak mengukir prestasi.  Tahun 2016 saja, ia sudah mengungkap 807 kasus Narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka yang terdiri atas 1.217 WNI dan 21 warga negara asing.

    Sedangkan barang bukti Narkotika yang disita BNN pada periode tersebut,  berupa ganja sebanyak 2.687.624,89 gram, 20 ribu batang pohon ganja, 16 hektare ladang ganja, shabu seberat 1.016.198,95 gram, ekstasi 754.094 butir, dan 568,15 gram.

    Itu belum termasuk heroin 581,15 gram, morfin sebanyak 108,12 gram, kokain seberat 4,94 gram, hashish seberat 0,32 liter, daftar G seberat 5.012 butir, dan benzodiazepine. Untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari hasil kejahatan Narkotika, BNN telah mengungkap 21 kasus dari 30 tersangka dan melakukan penyitaan aset yang nilainya mencapai lebih dari Rp. 261 triliun. (Berbagai sumber/A15)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here