Buwas Mau Gantikan Menteri Enggar?

Buwas Mau Gantikan Menteri Enggar?
Buwas Semprot Enggar Lagi (foto: Eramuslim.com)
3 minute read

“Benarkah masih ada pejabat yang serius mau mengabdi dan sungguh-sungguh berniat mewakili negara? Itu semua bisa kita lihat dan nilai dari kerja dan tanggung jawabnya”. – Najwa Shihab


Pinterpolitik.com

Gengs, di tengah panasnya sengketa Pilpres dan demonstrasi yang ada di depan gedung Bawaslu serta KPU, ada juga tokoh lain yang lagi panas-panasan loh. Mereka ini lagi saling sewot satu sama lain. Hehehe.

Kalau masalah ini, pasti gak banyak orang yang tau deh. Pasalnya media televisi dan berita online kan ibaratnya sementara dikapling ama isu kisruh Pilpres, mungkin juga udah disewa selama satu minggu full sih. Hehehe.

Nah, yang lagi panas dan dibicarain dari tadi itu soal hubungan antara Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Sebelumnya kan keduanya pernah berseteru, tapi sudah adem. Kirain sudah selesai masalahnya. Eh, ternyata muncul lagi dan malah Buwas langsung semprot Menteri Enggar. Ada apa hayo?

Buwas blak-blakan ngomong bahwa saat ini dalam produk pangan, Bulog hanya menguasai 6 persen saja. Sementara sisanya sebesar 94 persen dikuasai oleh jaringan kartel dan mafia cuy. Hadeh. Click To Tweet

Kelihatannya doi emang geram banget gengs dengan yang dilakukan oleh Enggar. Pasalnya, sebagai Mendag, Enggar malah tidak mematuhi keputusan rapat yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. Ternyata, Mendag secara sengaja membatalkan impor bawang putih 100 ribu ton itu secara sepihak gengs.


Saking keselnya Buwas nih gengs, doi sampai semprot habis Menteri Enggar. Buwas sampai bilang kira-kira seperti ini: “Mendag saat ini sudah melampaui kewenangannya. Padahal, menteri itu pembantu presiden. Maka fungsinya melayani presiden, kalau tidak bisa ya jangan jadi menteri. Impor bawang ini kan untuk menekan harga yang semakin melangit, dia malah menahan. Ini yang pinter siapa, yang bodoh siapa?”

Baca juga :
Ibu Kota Baru "Sarang" Pengembang?

Waduh, kalau ini sih keras banget ya cuy semprotannya. Kayak mesin pompa air yang baru beli. Jross, muncrat kencang airnya.

Gara-gara masalah ini, Buwas sampai blak-blakan ngomong bahwa saat ini dalam produk pangan, Bulog hanya menguasai 6 persen saja. Sementara sisanya sebesar 94 persen dikuasai oleh jaringan kartel dan mafia. Hadeh, siapa sih sebenarnya yang menjadi kartel dan mafia ini.

Kalau begini terus, kan bisa bahaya negara, bahkan tidak menutup kemungkinan hal ini akan berpengaruh terhadap inflasi. Apalagi sudah mau lebaran kan sekarang. Kalau sudah berpengaruh pada inflasi, beh imbasnya ke mana-mana cuy, bisa pada menurutnnya daya beli masyarakat, anjloknya nilai kurs rupiah juga. Hadeh, semakin pelik kan?

Melihat kondisi ini sih, Mendag lebih baik secepatnya angkat bicara ya cuy, biar clear ini persoalan. Kalaupun ada permasalahan terkait kartel dan mafia pangan, ya disikat habis aja sekalian. Kan seorang menteri tugasnya mengabdi kepada negara. Hehehe.

Tapi kalau niatnya lain dan malah sebaliknya sih, beda urusannya ya cuy. Soalnya dalam video wawancara dengan salah satu media, Buwas secara tersirat cukup keras menyindir Menteri Enggar.

Apa jangan-jangan menurut Buwas, Mendag mempunyai keterkaitan dengan kartel dan mafia ini ya? Hmmm, gak ada yang tau ya apa maksud doi, coba deh langsung ditanyain ke Buwas, biar gak salah paham, soalnya bahaya cuy. Dunia ini kan biasa-biasa aja, cuma tafsirnya aja yang berbeda-beda. Asal Pak Buwas ngomong gitu bukan karena pengen diangkat Pak Jokowi jadi Mendag baru ya. Uppps. Hehehe. (F46)

Related Posts

Baca juga :
Papua, Ironi Moeldoko dan Wiranto