Butuh Kepastian, Gerindra Buat #2019PrabowoPresiden

#2019PrabowoPresiden
Prabowo Subianto dan Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Istimewa)
3 minute read

“Kepastianlah yang kutunggu” ~Gigi, Kepastian yang Kutunggu


PinterPolitik.com

Menjelang pemilihan presiden (Pilpres 2019), Pendiri sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad turun gunung guna mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Nampaknya doi sudah sangat gemas dengan apa yang terjadi selama ini. Gemas karena kubu lawan punya massa #Jokowi2Periode ya? Wkwkwkwk.

Ternyata, Dasco tidak cukup puas dengan munculnya deklarasi gerakan #2019GantiPresiden. Doi nggak mau pihaknya berada di garis abu-abu, maka dibuatlah gerakan #2019PrabowoPresiden. Mantap! Masuk Pak Ekoooo!

Ada tagar baru nih: #2019PrabowoPresiden Click To Tweet

Lewat Gerakan Nasional Prabowo Presiden (GNPP), Dasco ingin partainya meraih dukungan suara secara tegas, jelas, dan pasti. Bener kan, yang pasti-pasti itu emang lebih asik. Jadi kapan nih kamu ngasih kepastian, pilih petahana atau oposisi?

Haha, oke balik ke topik ya gaes. Melalui GNPP, Dasco bersedia merangkul simpatisan #2019GantiPresiden, meskipun sampai sekarang ia masih belum tahu apakah gerakan #2019GantiPresiden punya visi yang sama untuk mendukung Prabowo atau tidak. Oalaahh, Bapak ini pura-pura nggak peka atau gimana? Lah wong calonnya cuma dua pasang, kok pake bilang belum tahu sih… Uwuwuwuw

Waktu pertama kali diinisiasikan oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, para simpatisan menolak anggapan kalau gerakan #2019GantiPresiden itu bertujuan untuk mendukung Prabowo. Namun, setelah bakal capres-cawapres ditetapkan, tagar yang digunakan tak kunjung diganti. Deklarasi #2019GantiPresiden tetap dilakukan di mana-mana, tapi penolakan dari masyarakat juga tak terelakkan. Kubu Prabowo dianggap nyolong start kampanye, sementara kubu petahana dipandang bersikap reaktif dan panik. Jadi yang benar yang mana nih?

Dasco menduga sikap ambigu gerakan #2019GantiPresiden karena waktu dideklarasikan belum ada bakal capres, sehingga tidak menggunakan nama ‘Prabowo’. Hmm, tapi moon maap nih, kalau begitu ceritanya, berarti dari awal tagar itu dibuat memang untuk dukung Prabowo dong? Lha kok kemarin-kemarin pada berkilah? Ups!

Dasco lantas menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, baik perorangan maupun kelompok dengan visi memenangkan Prabowo untuk bergabung dalam gerakan #2019PrabowoPresiden.

Ya udah, apapun nama tagarnya, yang penting siap ya, siap menang maupun kalah. Kalau menang inget janji kampanye, kalau kalah harus legawa. Kayak kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, pemilu itu hanya lima tahun sekali, tapi persahabatan harus selama-lamanya. Jadi saingannya cuma di Pilpres, udahannya ya pelukan lagi. Hehehehe.

Ehhh, kayaknya seru juga kalau kita tambah tagar. Melihat apa yang terjadi selama ini, alangkah indahnya jika setiap kampanye disertakan pula tagar-tagar pembawa kesejukan, seperti #2019PemiluDamai, #2019SiapLegowo #2019SiapMoveOn, atau ada ide lain? Kayaknya bagus deh buat kesehatan pola pikir masing-masing simpatisan. Jadi nggak mikir menang terus, tapi juga harus siap jika calonnya gagal terpilih. Biar kalau jadi oposisi pun, menjadi oposisi yang bijaksana. Gimana tuh? Hehehe. (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here