Boni: Elite Politik Menuju Simpanse

Boni: Elite Politik Menuju Simpanse
Foto : Istimewa
3 minute read

“Manusia berasal dari rahim bukan berasal dari langit.”


PinterPolitik.com

Cuy, kalian pernah berpikir nggak untuk bubarin DPR? Atau kalian pernah berpikir melakukan revolusi? Apa jangan-jangan kalian malah berpikirnya bikin gerakan makar, terus ganti sistem sama khilafah ya? Wah, kalau gitu kalah ekstrem dong eyke. Wkwkwk.  

Jadi gini gengs, baru-baru ini ada pengamat politik yang bilang elite politik kita itu bukan manusia, tapi simpanse! Pengamat politik yang bilang gitu namanya Boni Hargens. Nah, setelah mengetahui hal ini, enggak tahu kenapa eyke langsung terlintas pikiran untuk membuat gerakan membubarkan eksekutif, legislatif dan eksekutif. Kok gitu?

Iya lah, kok nannya lagi, jelas-jelas ya gengs eyke ini kan bukan termasuk spesies simpanse. Masa eyke mau gitu aja dipimpin sama simpanse, walaupun simpanse sebenarnya juga pinter loh. Daripada eyke dipimpin sama simpanse, mending dipimpin sama Atta Komidiputar deh. Ahahaha.

Makanya gengs, eyke nanya sama kalian apa kalian puya pikiran untuk bubarin DPR dan sejenisnya. Kali aja kan kita sepikiran. Kalau sudah sepikiran, kan jadi enak bikin gerakannya bareng-bareng, kayak anggota DPR Malang yang korupsinya bareng-bareng. Yoi apa yoi gengs?

Lah iya gengs, hampir lupa jelasin kenapa pengamat politik itu bilang elite politik kita kayak simpanse. Menurut Boni Hargens, para elite politik saat ini tidak bisa memberi contoh perilaku yang baik kepada masyarakat dalam proses demokrasi di tengah maraknya berita bohong atau hoaks.

Boni bilang, elite politik kita tidak makin cerdas, malah mundur evolusinya, makin menuju ke primata awal, menuju simpanse. Ini semua, rata-rata elite politik kita cara berpikirnya mundur. Weleh-weleh.

Boni juga menyesalkan, seharusnya para elite politik bisa menjadi ekuilibrium yang menjaga keseimbangan kondisi di masyarakat ketika muncul berita-berita hoaks. Click To Tweet

Semua ini menunjukkan sebuah evolusi terbalik karena mereka tidak mendorong masyarakat pada linearitas kemajuan yang lebih waras, tetapi justru mengkapitalisasi kebohongan dan hoaks yang ada di tengah masyarakat.

Mantap bang, sekalian dong bang kritik partai politiknya dan anggota  DPR-nya. Kalau bisa, buat sampai merah permukaan kulit wajahnya bang.

Kata Boni, perilaku demikian, tak ubahnya seperti simpanse, hewan primata sejenis kera besar. Kalau hal ini terus dibiarkan, maka akan berakibat fatal bagi berlangsungnya demokrasi di Indonesia.

Mantap yang kedua kalinya nih buat Bang Boni. Tapi bang sepertinya kalau elite politik dibilang kayak simpanse, kurang elok deh. Mungkin lebih eloknya kita bilang aja mereka kayak manusia purba kali ya. Wkwkwk. Tapia bang ngomong gini secara umum kan? Bukan karena lagi pro sama Jokowi-Ma’ruf? Hayooo loh. Wkwkwk. (G35)