Beratnya Jadi Relawan Prabowo-Sandi

relawan prabowo sandi
Sandiaga Uno bersama Anies Baswedan. (Foto: Koran Nusantara)
2 minute read

“Curhatlah di tempat dan bersama orang yang benar.”


PinterPolitik.com

Curhat itu emang paling ampuh mengusir sedikit kegundahan. Buktinya, orang seperti Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso juga hobi curhat. Jadi gaes, kalau ada masalah, jangan sungkan untuk curhat ya gaes. Tapi curhatnya sama orang ya, jangan sama sosmed apa lagi sama tembok. Nanti disangka nganu. Edededehh

Jadi gaes, curhatan Djoko ini berawal dari prediksinya kalau perjuangan pendukung dan relawan Prabowo-Sandi menghadapi pemilu presiden 2019 bakal menghadapi tantangan berat.

Ya, namanya juga hidup, adat pasang berturun naik. Nasib itu nggak selamanya sama, pasti ada suka dukanya.

Djoko curhat soal visi misi dan program kerja Prabowo-Sandi yang dinilainya tak ada media massa yang membantu mempublikasikan. Makanya, banyak masyarakat yang belum tahu. Ujung-ujungnya Prabowo-Sandi dicap nggak punya program yang jelas.

Wadaw, yang tabah ya. Mungkin media lebih tertarik memberitakan gimmick-gimmick Sandiaga ketimbang visi misi. Atau mungkin juga karena rakyat yang lebih suka nonton gimmick? Hihihi.

Nah, selain soal media yang tak berpihak, Djoko juga merasa kesulitan ketika hendak menggelar acara kampanye. Dapet izinnya sulitnya minta ampun.

Doi curhat, waktu itu pernah mengumpulkan 300 jenderal untuk deklarasi dukung Prabowo-Sandi terus mau pinjam gedung milik Tentara Nasional Indonesia tapi nggak dikasih. Katanya nggak berani minjemin.

Welehh, padahal yang minjem juga mantan panglima Tentara Nasional Indonesia 2007-2010 loh.

Ibarat besi yang harus ditempa untuk menjadi pedang yang tajam, segala kesusahan yang dihadapi sekarang, Djoko harap dapat memicu semangat para pendukung dan relawan Prabowo-Sandi. Jangan gampang menyerah gitulah.

Djoko juga meminta para relawan dan pendukung Prabowo-Sandi dalam memperjuangkan kemenangan untuk pemilu 2019 tidak berpikir untung rugi. Sebab jika berpikir demikian menurut Djoko justru akan mengendorkan semangat. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Asikkk…

Di akhir curhatannya, doi menuturkan, soal berhasil atau tidaknya itu urusan belakangan. Memilih yang benar memang belum tentu enak. Tapi jalankan saja dengan ikhlas dan penuh semangat.

Wedeww, mantap kan? Bisa nih dijadiin caption foto selfie kamu hari ini. Hehehe. (E36)