HomeBelajar PolitikSandi Mau Nyapres di 2024?

Sandi Mau Nyapres di 2024?

Kecil Besar

โ€œJangan buang sampah sembarangan, kalau enggak mau kebanjiran! Jangan juga pilih pemimpin sembarangan yang tidak memiliki jiwa kebangsaan, kalau enggak mau terjadi banyak kehancuran!โ€


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]andiaga Uno menghadiri diskusi dengan sejumlah koresponden media asing di Jakarta Foreign Correspondent Club (JFCC) dan dalam acara itu, ia sempat dimintai tanggapan terkait keputusannya maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan keputusannya di Pilpres 2019 bukan sebagai batu loncatan untuk Pilpres 2024.

Widih, yakin banget tuh Sandi enggak mau maju lagi di Pilpres 2024? Mungkin aja sih doi enggak maju lagi. Tapi itu juga kalau kalah ya, kalau menang ya pasti lah. Enggak mungkin banget deh Sandi tidak manfaatkan status petahananya cuy!  Pasti tergiur kok, lihat aja. Masa, mana buktinya?

Ih, masa kalian lupa. Kemarin pas maju sebagai Wagub DKI Jakarta, Sandi kan bilangnya mau fokus bangun Jakarta. Eh, tapi enggak lama pas ada tawaran jadi cawapres, Sandi malah tergiur dan hengkang dari Jakarta.

Hmm, gimana nanti ya gengs pas Sandi sudah terpilih jadi wakil presiden? Pasti deh doi ketagihan. Mungkin saking ketagihannya, bisa jadi Sandi ngebet banget mau jadi Presiden Indonesia! Enggak percaya? Lihat aja nanti. Eh, tapi ini bisa terjadi seandainya doi menang ya lawan Jokowi. Ehehehe, kalau kalah, masa mau jatuh kelubang yang sama? Kayak keledai aja!

Nah gengs, kalau menurut Sandi yang sedang bermitra bersama Prabowo, ini bukanlah sebagai langkah persiapan dirinya maju di Pilpres 2024. Soalnya Sandi bilang sampai hari ini enggak punya rencana sampai sepanjang itu. Dirinya mengaku masih belajar dalam demokrasi Indonesia. Intinya dirinya akan tetap fokus di pekerjaan yang sedang dihadapinya sekarang yaitu untuk pemenangan di tanggal 17 April 2019.

Widih! Mantap betul itu bang, fokus sama satu pekerjaan! Tapi bang, jangan hanya sekedar fokus menang aja ya! Fokus juga bang sama pembangunan karakter bangsa, ekonomi bangsa, kemandirian bangsa dan program-pprogram yang menunjang infrastruktur yang telah dibangun Jokowi-JK! Betul apa betul nih bang? Eh tapi ini juga kalau berhasil menang ya! Ehehehe.

Oh iya bang, yang terakhir nih! Saran dari eyke sih, sebenarnya enggak apa-apa kok abang bilang akan berjuang juga untuk 2024. Enggak bakal ada masalah juga tuh bang! Soalnya kan kalau abang bilang gitu, bisa jadi Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi maksimal tuh dukung abang untuk kepentingan ke depan. Kali aja kan bang bisa kayak pepatah ini:

โ€œSekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.โ€ Sekali mendayung, dua tiga pulau bisa terbeli. Ahahaha. Share on X(G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Didit The Peace Ambassador?

Safari putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit, ke tiga presiden RI terdahulu sangat menarik dalam dinamika politik terkini. Terlebih, dalam konteks yang akan sangat menentukan relasi Presiden Prabowo, Joko Widodo (Jokowi), dan Megawati Soekarnoputri. Mengapa demikian?

Prabowo Lost in Translation

Komunikasi pemerintahan Prabowo dinilai kacau dan amburadul. Baik Prabowo maupun para pembantunya dianggap tak cermat dalam melemparkan tanggapan dan jawaban atas isu tertentu kepada publik, sehingga gampang dipelintir dan dijadikan bahan kritik.

2029 Anies Fade Away atau Menyala?

Ekspektasi terhadap Anies Baswedan tampak masih eksis, terlebih dalam konteks respons, telaah, dan positioning kebijakan pemerintah. Respons dan manuver Anies pun bukan tidak mungkin menjadi kepingan yang akan membentuk skenario menuju pencalonannya di Pilpres 2029.

The Pig Head in Tempo

Teror kepala babi dan bangkai tikus jadi bentuk ancaman kepada kerja-kerja jurnalisme. Sebagai pilar ke-4 demokrasi, sudah selayaknya jurnalisme beroperasi dalam kondisi yang bebas dari tekanan.

PDIP Terpaksa โ€œTundukโ€ Kepada Jokowi?

PDIP melalui Puan Maharani dan Joko Widodo (Jokowi) tampak menunjukan relasi yang baik-baik saja setelah bertemu di agenda Ramadan Partai NasDem kemarin (21/3). Intrik elite PDIP seperti Deddy Sitorus, dengan Jokowi sebelumnya seolah seperti drama semata saat berkaca pada manuver PDIP yang diharapkan menjadi penyeimbang pemerintah tetapi justru bersikap sebaliknya. Lalu, kemana sebenarnya arah politik PDIP? Apakah akhirnya secara tak langsung PDIP akan โ€œtundukโ€ kepada Jokowi?

The Irreplaceable Luhut B. Pandjaitan? 

Di era kepresidenan Joko Widodo (Jokowi), Luhut Binsar Pandjaitan terlihat jadi orang yang diandalkan untuk jadi komunikator setiap kali ada isu genting. Mungkinkah Presiden Prabowo Subianto juga memerlukan sosok seperti Luhut? 

The Danger Lies in Sri Mulyani?

IHSG anjlok. Sementara APBN defisit hingga Rp31 triliun di awal tahun.

Deddy Corbuzier: the Villain?

Stafsus Kemhan Deddy Corbuzier kembali tuai kontroversi dengan video soal polemik revisi UU TNI. Pertanyaannya kemudian: mengapa Deddy?

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

โ€œCara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.โ€ ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

โ€œItu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.โ€ ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

โ€œTetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...