BBM Naik, Mahasiswa Dimana?

BBM Naik, Mahasiswa Dimana?
Foto : Istimewa
3 minute read

“Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.” ~ Tan Malaka


PinterPolitik.com

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax, elpiji 3 kg, dan listrik di tahun 2018, kok tidak membuat Mahasiswa turun ke jalan? Ayo dong turun ke jalan, memang kalian tidak sadar bahan bakar jenis Premium di beberapa SPBU juga sudah langka dan mahal?

Mahasiswa ke mana?

Lah iya, lupa. Kan masih masa libur kuliah ya. Jadi gerakan juga libur sementara deh.

Apa mungkin lucunya berita politik di berbagai platform media sosial, sudah berhasil mengalihkan pandangan kawan-kawan untuk berpikir kritis? Eh baru mungkin loh ya.

Seakan semua sudah terlihat wajar, munculah angapan: “Lah itu bukan urusan saya yang penting saya bisa nongkrong, dan jalan sama pacar.”

Terus kalian dapat uang dari mana buat nongkrong?

“Masalah duit tenang masih ada papi yang suka minta saham hehehe.”

Hebat, papi masih dapet saham ya? Ahaha, atau memang beberapa dari kalian lebih memilih profesi sebagai ojol (ojek online) yang lebih baik dibanding menghabiskan waktu untuk membaca, diskusi, dan aksi?

Hmm, sudahlah, terserah kalian saja. Ibaratnya  bola salju yang terus menggelinding dari puncak tertinggi gunung es, semakin membesar, dan kalian harus bersiap menghadapi bola salju raksasa yang siap menimpa kita semua.

Akan kutunggu kalian di sampingku kawan, siap tertindas di negeri sendiri.

Eits, hampir lupa. Baru saja ada yang mengkritisi pemerintahan Jokowi nih. Katanya tim ekonomi Jokowi cuma ahli tebak-tebakan dalam memprediksi keadaan perekonomian global.

Masa iya sih bossque?

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono juga bilang pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga telah menyebarkan informasi bohong alias hoax.

Menurutnya, tim ekonomi Jokowi tidak menjalankan kajian analisa yang mendalam, serta tanpa memperhitungkan kebijakan ekonomi. Semisal dalam prediksi kenaikan harga minyak dunia, dan kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed.

Baca juga :
Prabowo The Real Winner

Wah, yakin bossque? Terus pertemuan IMF bulan Agustus besok juga asal-asalan dong? Kan bicara ekonomi juga bossque. Hellow, gimana menurut kalian gengs? Apa masih bilang “bodo amat”? Ih ngambek ya, dibilang lebih suka jadi abang ojol, dibanding jadi mahasiswa ahaha.

Ternyata apa yang disampaikan Politisi Gerindra ini tidak sebatas kenaikan BBM, listrik, dan gas elpiji aja gengs. Doi juga bahas mentoknya program ketahanan pangan.

Waduh, ngeri juga ya. Contohnya, impor pangan seperti bawang putih yang dilakukan oleh kartel importir bawang putih yang juga ada dalam kendali elit politik partai pendukung Jokowi.

Duh, janji manis kampanye memang sangat indah, tidak seperti peraktiknya. Apa kalian merasakan kesulitan di masa pemerintahan Jokowi?

Mungkin jika Tan Malaka masih hidup, dia akan berkata seperti ini: “Presiden Soekarno sambil menunjuk, berkata kepada saya lebih kurang seperti berikut: ‘Kalau saya tiada berdaya lagi, maka kelak pimpinan revolusi akan saya serahkan kepada saudara’”. (G11)