Bawaslu Tindak Tegas Masjid

Bawaslu Tindak Tegas Masjid
Foto : Istimewa
2 minute read

“Orang bijak tidak bimbang, orang bercinta-kasih tidak cemas dan seorang pemberani tidaklah merasa takut.” ~ Konfusius


PinterPolitik.com

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan segala prestasinya sempat menjadi pahlawan bagi para mantan narapidana koruptor. Kini Bawaslu akan menindak tegas jika ada pihak-pihak yang menggunakan tempat yang dilarang seperti tempat ibadah, lembaga pendidikan, dan fasilitas pemerintah untuk berkampanye.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin memastikan terlebih dahulu akan menelisik adanya unsur kampanye dalam kegiatan di rumah ibadah seperti masjid. Weleh-weleh. Click To Tweet

Jika ada unsur-unsur kampanye, mungkin Bawaslu dengan seperangkat wewenangnya langsung menggerebek negeri bar-bar yang tak mengerti demokrasi dan HAM ini. Apa mungkin saya yang tidak mengerti HAM, mengapa maling boleh jadi caleg, dan mengapa masjid dilarang beropini?

Seandainya ada kuisoner dari pemerintah untuk seluruh warga negara Indonesia yang berisikan pilihan sebagai berikut, kalian lebih pilih yang mana:

  1. Lebih benci maling jadi legislatif
  2. Lebih benci masjid beropini

Mungkin banyak rakyat yang akan memilih jawaban A sebab enggak ada jawaban C yang isinya: “C. Dua-duanya kita benci keles”. Wkwkwk.

Seharusnya Bawaslu konsisten dong teriak HAM! Jangan anggap rakyat seperti kucing yang senangnya dibelai dan diberi makan saja. Yakin deh kalau rakyat enggak suka sama ceramah di masjid A, pasti besoknya mereka akan memilih datang ke masjid B.

Terus kalau masalah koruptor kepilih jadi anggota legislatif, coba pikir lagi deh tentang Bawaslu, KPU dan politisi yang sepakat dengan hal itu. Pikir lagi gimana seharusnya sikap rakyat yang merasa risih diwakili oleh orang yang pernah korupsi. Masa sih rakyat yang enggak suka harus pindah tempat tinggal atau harus pindah kewarganegaraan? Ckckck.

Terkait pelarangan masjid yang beropini, Bawaslu memiliki alasan karena dua pasangan kandidat, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi sama-sama didukung oleh ulama dan pemuka agama. Seharusnya, Bawaslu slow aja sih, toh kemarin aksi 212 di Pilgub DKI Jakarta pendukungnya Anies-Sandi yang enggak suka sama Ahok tertib-tertib aja tuh, enggak sampai menimbulkan korban. Weleh-weleh.

Jika Afif memastikan pihaknya akan bertindak tegas sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku, emang yakin banget Undang-undang itu sesuai dengan keinginannya rakyat? (G35)