Bawaslu Dibujuk Mantan Maling

Bawaslu Dibujuk Mantan Maling
Foto : Istimewa
2 minute read

“Pikiran besar mendiskusikan gagasan, pikiran rata-rata membahas kejadian, pikiran kerdil membicarakan orang.”


PinterPolitik.com

Meski Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan peraturan KPU tentang eks napi korupsi, tidak membuat bakal caleg eks napi korupsi langsung memenuhi syarat (MS) dan masuk Daftar Caleg Tetap (DCT) loh!

Menurut Komisioner KPU Hasyim Asyari, bacaleg yang sudah ditarik partai dengan status tidak memenuhi syarat (TMS) tidak bisa lagi dipulihkan. Kecuali…

Loh kenapa masih ada kata ‘kecuali’ ya? Hmmm, namanya juga negara demokrasi coy, mau enggak mau pasti ada kata “tapi, kecuali, korupsi borong remisi dan lainnya”. Ckckck.

Kata Hasyim, kecuali bacaleg eks napi koruptor yang mengajukan sengketa ke Bawaslu dan memenangi sengketa tersebut, sisanya bacaleg yang TMS tetap berstatus sama. Weleh-weleh, memang sih mekanisme untuk eks koruptor dipersulit, tapi kalau UUD alias ujung-ujungnya duit gimana dong?  Duh aduuh.

Bagi bacaleg yang kalah mengajukan sengketa dan nyogok Bawaslu, uppss, maksudnya yang gagal mencuri perhatian Bawaslu, mereka kembali dapat gelar TMS dan harus masuk dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) sampai mereka dapat memenangkan gugatan di Bawaslu.

Saya sudah tidak dapat berkata-kata lagi mengetahui hal ini. Mungkin HAM bisa menjadi tolak ukur untuk memberikan kesempatan mereka jadi wakil kita. Tapi apa kita mau ikutan memberi kesempatan kepada eks koruptor untuk mewakili kita tanpa memberikan godaannya? Ituloh, lemper yang isinya biru dan merah. Wkwkwkwk.

Banyak orang tidak peduli siapa yang mewakilinya di Senayan atau di daerahnya. Sebaliknya, para wakil rakyat tidak peduli untuk apa mereka duduk di sana, mewakili siapa dan mau berbuat apa.

Tapi yang harus diketahui adalah memimpin dan mewakili rakyat alias menjadi anggota legislatif itu merupakan hal yang tak mudah dan sepele serta penuh tanggung jawab.

Entah tanggung jawab kepada Tuhan atau kepada mereka yang menderita tanpa mendapat naungan, yang pasti apa hati kita mau terus tidak peduli dan akan menyepelekan persoalan pemimpin dan perwakilan ini? Click To Tweet

Jadi, ayo dong kita bersama lebih jeli lagi dalam menentukan pilihan perwakilan kita di Senayan dan daerah kita masing-masing! (G35)