Bamsoet Ngumpet di Balik Perkataannya

Bamsoet Ngumpet di Balik Perkataannya
Foto : Istimewa
2 minute read

“Tikus kalau bisa bicara, pasti mereka bilang: Jangan samakan saya dengan dia! Saya itu lebih suka makan sepatu daripada makan uang rakyat.”


PinterPolitik.com

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2018 di Hotel Bidakara Jakarta, mengatakan bahwasannya  partai politik haruslah bisa mandiri sebagai agen demokrasi. Jangan sampai partai politik menjadi ladang bisnis bagi pemilik modal.

Waduh Pak Bamsoet! Doi ngomong gitu karena udah pernah mengalami, dengar dari orang lain atau prediksi yang mengawang-ngawang ya? Duh, jangan bilang kalau ternyata dia pernah menjadi salah satu pelaku yang sekarang sudah tobat, jadinya doi bisa bilang gitu. Kok bisa?

Iya bisa lah, enggak mungkin dong sekelas ketua DPR RI ngawang-ngawang begitu ngomongnya! Betul apa betul? Terus juga itu buktinya enggak ada angin dan enggak ada ujan doi bilang gitu. Sebenarnya kan doi bisa ngomong gini aja kalau ternyata doi tidak begitu tahu masalahnya:

“Seharusnya para pejabat paham betul kalau dirinya adalah utusan rakyat! Bekerja untuk rakyat! Jadi janganlah pejabat selalu berkhianat sama rakyat dengan cara melakukan praktek korupsi!” Yoi apa yoi?

Lagian gengs, kalau Bamsoet ngomong gini: “Jangan sampai lah partai dikuasai oleh pemilik modal”,jadi ketahuan banget dong kalau doi tahu betul, dan membiarkan, sampai dirinya hanya bisa menghimbau doang. Wkwkwk.

Oh iya gengs, dalam kesempatan itu Bamsoet juga mengakui bahwa biaya politik yang harus dikeluarkan partai tidaklah sedikit. Meski begitu, kata politisi Partai Golkar ini, biaya mahal bukan berarti partai boleh menerima modal dari siapa pun yang kemudian menjadi pintu kejahatan. Wkwkwk.

Kata Bamsoet juga, Ketua KPK juga pernah sampaikan bahwa biaya politik tinggi mendorong munculnya perbuatan tidak terpuji dan praktik-praktik suap. Duh aduh bang-bang, ini apaan sih sebenarnya? Abang itu lupa berkaca atau saya yang lagi sakit telinga dan sakit mata, sampai sedikit kecewa mendengar omongan abang? Weleh-weleh.

Sttt… Jangan nanya kenapa terus deh. Masa sih kalian enggak tahu doi ngomong gitu berasa mempereteli rumahnya sendiri? Iya gengs, rumahnya sendiri, partainya sendiri maksudnya! Bukannya partainya melakukan hal yang sama? Apaan? Kalian minta bukti? Kalau minta bukti, jangan sama eyke gengs, minta aja tuh sama Ketua KPK atau sama ketua BPK! Wkwkwk. (G35)

Berkacalah sebelum berbicara. Click To Tweet