Ba’asyir, Jokowi Hiya Hiya Hiya

Ba’asyir, Jokowi Hiya Hiya Hiyaa\
Foto : Istimewa
3 minute read

“Orang sering tersandung kegagalan manakala kesuksesan sudah di depan mata. Untuk menghadapinya kita harus waspada, baik ketika memulai maupun saat akan mengakhiri pekerjaan.” ~ Lao Tzu


PinterPolitik.com

Presiden mah bebas! Mau jadi diktaktor seperti Mustafa Kemal Ataturk, Joseph Stalin, atau Benito Mussolini juga boleh. Eh sebentar cuy! Eyke cuman bilang boleh loh ya, bukan menganjurkan atau nuduh presiden kita, Jokowi itu diktaktor!

Terus juga gengs, alasan eyke bilang “presiden mah bebas” itu karena belakangan ini banyak banget nih yang bilang Jokowi sebagai presiden yang kerap kali memanfaatkan kekuasan untuk mencapai tujuannya.

Nah, eyke yang dengar banyak orang bilang begitu jadi kesel sendiri gengs. Kenapa? Iya jelas lah kesel, soalnya  bukannya memang begitu ya kalau sudah jadi presiden? Kan presiden memang harus menggunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuan. Coba deh kalian bayangin kalau seandainya ada presiden yang tidak menggunakan kekuasaan untuk mencapai tujuannya, apa pun itu. Kan kocak! Jadi kayak presiden boneka cuy. Upps, wkwkwk.

Memang sih presiden tidak boleh seenaknya menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingan pribadi. Tapi gengs, apa mungkin Jokowi tidak pernah menggunakan kekuasaannya selama ini untuk kepentingan pribadi? Kalau menurut eyke enggak deh, sekalinya ada juga paling seperti apa yang dibilang Prabowo saat debat kemarin:

“Ya, paling sedikit-sedikit, gapapa lah”. Wkwkwk. Click To Tweet

Oh iya cuy, terkait nyinyiran kekuasaan ayng disalahgunakan Jokowi itu salah satunya datang dari Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Ustadz Sani Abdul Fatah. Kata doi, Presiden Jokowi jangan tanggung-tanggung lah dalam mencari simpati umat Islam. Upaya merebut hati umat tidak boleh sekedar putus pada pembebasan pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba’asyir saja. Hiya hiya hiya.

Dia juga sempat menantang Jokowi agar melanjutkan tren tersebut dengan membebaskan ulama lain yang dikriminalisasi. Selain itu, Jokowi juga harus berani menyatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai organisasi yang tidak terlarang. Hmmm, bisa jadi bisa jadi! Wkwkwk.

Intinya gengs, apa yang disampaikan Sani bisa kita artikan bahwasanya Jokowi adalah sosok presiden yang seenaknya saja menggunakan kekuasan. Jokowi dengan seenaknya memilih siapa yang bisa bebas dan siapa yang harus dibelenggu. Hiya hiya hiya.

Hmm, menurut kalian gimana gengs, apa benar Jokowi itu seenaknya menggunakan kekuasaan saat jadi presiden? Kalau menurut eyke sih wajar saja lah, soalnya kan kapan lagi jadi presiden? Wkwkwk. Tapi kasihan juga ya, Ba’asyir kayaknya bisa batal bebas tuh gengs. Lagi di-review wacana pembebasannya akibat tekanan dari negara-negara luar.

Baca juga :
Perang Imitasi Jokowi vs Sandi

Ah, memang ya, presiden mah bebas. (G35)

Facebook Comments