Anies ‘Khianati’ Warga DKI

Anies ‘Khianati’ Warga DKI
Anies Baswedan dan Sandiaga S. Uno. (Detikcom)
2 minute read

“Sekarang gubernur pusing sendiri karena tidak kunjung bisa merealisasikan program itu. Skema pembiayaan sampai hari ini belum clear. Maka saya katakan, ini bukan kebijakan tunggal sekadar bangun rumah.” ~ Gembong Warsono, Ketua F-PDIP DPRD DKI


PinterPolitik.com

Sedari masa kampanye Pilgub DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandi Salahuddin Uno sudah menggelontorkan wacana program rumah dengan uang muka (DP) nol rupiah.

Ya mungkin saja tawaran program itu yang menjadi salah satu indikator masyarakat memilih Anies – Sandi. Ehm, mungkin saja begitu.

Namun, pasca memenangkan kontestasi, warga DKI Jakarta masih berharap dan mempertanyakan, bagaimana program rumah dengan uang muka nol rupiah, jadi ga sih? Atau cuma janji manis saat kampanye aja? Weleeh weleeh.

Ehm, asal tahu aja, sampai saat ini Anies – Sandi terpantau belum merealisasikan program yang katanya bisa membuat warga DKI Jakarta punya hunian tersebut.

Ternyata ehh ternyata, Pemprov DKI Jakarta aja belum menetapkan aturan final skema pembiayaan program rumah dengan uang muka (DP) nol rupiah. Lah gimana dengan yang lainnya? Weleeh weleeh.

Makanya kalau kata Gembong Warsono, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, ia mengaku pesimis dengan program yang dicanangkan Anies – Sandi.

Soalnya hal – hal yang perlu dipersiapkan untuk program ini tak terpenuhi dengan baik, jadi pasti gelagapan gini deh ujung – ujungnya. Coba kalau lebih matang, ehmm, kan nantinya bisa meminimalisir risiko.

Tak aneh makanya Anies Baswedan akan dibuat pusing sama program rumah ini, ya gimana ga pusing, banyak persoalan yang muncul.

Nih contohnya aja, semisal Unit Pelaksana Teknis (UPT) gimana? SDMnya gimana? Skema pembiayaannya gimana? Ada yang berbenturan dengan kebijakan perbankan ga? Ampun deh, weleeh weleeh.

Apakah Anies – Sandi terlalu berpikir sederhana? Weeiitss, ini sih bukan sederhana tapi menggampangkan sesuatu, ehmmm. Atau yang penting program rumah uang muka nol rupiah laku dijual saat kampanye?

Baca juga :
The Kingmaker: Jokowi?

Tujuannya sih bagus untuk masyarakat, tapi jangan alih – alih untuk kepentingan masyarakat Pemprov DKI malah gelagapan, weleeh weleeh.

Nah makanya siapkan dulu perangkat dan segala kebutuhannya, baru bisa dikatakan sebagai pemimpin yang menepati janji.

Kalau malah mandeg atau berhenti ga jelas, berarti pemimpinnya sudah berkhianat dan ingkar dengan janjinya, ehmm, khianat.

Makanya kalau kata Najwa Shihab, kepemimpinan bukan perkara jabatan, tapi soal menjawab persoalan, seraya menebarkan harapan.

Masih sanggupkah Anies menjawab persoalan DKI Jakarta?  Anies berkhianat? Weleeeh weleeeh.(Z19)

Facebook Comments