Anies ‘Diskriminasi’ Warga Pendatang

Anies ‘Diskriminasi’ Warga Pendatang
Istimewa
2 minute read

“Pastikan semua imunisasi, (dan) vaksin itu dibereskan. Sehingga kedatangannya kalau pun nanti ada masalah tidak memberikan kontribusi problem ke daerah baru,” ~ Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


PinterPolitik.com

Penduduk Jakarta ‘asli’ mesti bangga memiliki Gubernur seperti Anies Baswedan. Ia sangat peduli dengan kesehatan warganya dari potensi kemungkinan terjangkit penyakit pasca arus balik pemudik ke Jakarta. Anies mengatakan pendatang yang masuk ke Ibu Kota harus tuntas melakukan vaksin. Mmm, entah apa maksudnya. Mungkin dia ingin Jakarta steril dari orang-orang berpenyakit!

Emangnya daerah lain penuh dengan wabah penyakit ya, kok sampe segitunya pemudik yang balik ke Jakarta diinstruksikan wajib divaksin. Ok lah pemudik asal Jakarta sebelumnya bisa dipastikan sudah divaksin. Jadi himbauan ini diperuntukan bagi pendatang baru yang ingin mengadu nasib di Jakarta. Wew.

Mmm, suudzon nih Pak Anies. Meski daerah gak semaju Jakarta, tapi pelayanan kesehatan di daerah juga gak kalah loh. Jadi eike jamin bisa dipastikan udah pada divaksin. Malahan pernyataan Anies ini terhitung unfaedah banget. Gak ada apa pernyataan yang lebih produktif selain mengenai keharusan vaksin ini?

Gimana kalau pernyataan ini malah direspon negatif sama warga daerah yang hendak ke Jakarta? Kan bisa aja mereka-mereka ini disamakan dengan para zombie yang berpotensi bisa menginveksi kesehatan warga Jakarta. Kalau udah kayak gitu gimana coba? Hadeuh. Lebih bijak lah dalam memberikan himbauan.


Bagaimanapun juga, warga daerah kan juga manusia seutuhnya, ya meski nanti nyatanya mereka belum tervaksin, ya udah sih, langsung fasilitasi aja saat mereka tiba di Jakarta agar segera divaksin. Anies harusnya proaktif menjemput bola!

Menurut eike, menerapkan syarat yang berbeda bagi warga yang hendak datang ke Jakarta merupakan salah satu bentuk diskriminasi. Padahal sebelum ini Anies malah mencabut surat edaran syarat imunisasi buat anak yang masuk Taman Kanak-kanak & Sekolah Dasar di Jakarta. Kontardiktif banget kan? Hadeuh.

Yailah, jangan-jangan Anies emang sedari awal ingin dicitrakan sebagai sosok pemimpin pelindung warga Jakarta dari para pendatang yang potensi berpenyakit. Kalau Memang Anies cinta warga Jakarta, bukan begitu caranya. Cinta itu gak dibuat-buat dengan cara sok melindungi agar terlihat keren. Tapi lebih terbentuk dari sebuah ketekunan dan dedikasi kepada warganya. Seperti halnya yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778): “Love is a canvas furnished by nature and embroidered by imagination.” (K16)

Baca juga :
Ibu Kota Baru "Sarang" Pengembang?

Related Posts

Facebook Comments