Anies Capres Hoax?

Anies Capres Hoax?
Foto : Istimewa
2 minute read

“Wo ow kamu ketahuan pacaran lagi, dengan dirinya teman baikku.” ~ Matta Band, ‘Ketahuan’


PinterPolitik.com 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak ingin terkesan sedang kebelet jadi capres. Makanya, ia segera membantah mengenai adanya undangan melalui media sosial yang menyatakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan mendeklarasikan dirinya sebagai capres untuk Pilpres 2019.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan bahwa undangan itu tidak benar atau hoax. Anies bahkan menyebut hal tersebut sebagai perbuatan yang kejam.

Mungkin ini jadi kejam karena kesempatan jadi capres untuk Anies sudah sangat menipis dan maju sebagai cawapres tinggallah angan? Hehehe sabar ya pak.

Iya pak, lebih baik fokus sajalah bangun Jakarta, kalau berhasil membuat Jakarta lebih baik pasti banyak kok yang dukung untuk maju menjadi Presiden di 2024. Kalau 2024 kan bisa berhadapan sama Kang Emil atau Ganjar Pranowo tuh.

Eh, kalau Ganjar sih belum tentu maju jadi capres di 2024. Siapa tahu tak lama lagi jadi tersangka KPK! Eh ini baru kabar angin loh ya hehehe.

Kembali ke topik ya gengs, Presidium KAHMI Siti Zuhro juga menampik adanya undangan yang telah tersebar di masyarakat guna mendeklarasikan Anies sebagai capres.

Undangan hoax yang mengatasnamakan KAHMI itu memang berisikan ajakan untuk mengikuti deklarasi Anies sebagai capres. Kegiatan itu akan diselenggarakan pada Kamis, 12 Juli di Balaikota, Jakarta Pusat.

Dalam undangan tersebut juga terdapat foto Anies dan logo KAHMI di pojok kiri atas. Tak hanya itu, di undangan tersebut juga tercantum nama Presidium KAHMI, Siti Zuhro dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KAHMI, Manimbang Kahariady.

Untung saja ini semua berita hoax. Kalau sampai ini berita sungguhan, waduh warga Jakarta pasti banyak yang KZL deh sama Anies. Belum lunasin janji di Jakarta udah mau buat janji baru lagi. Mana ini janjinya ke seluruh masyarakat Indonesia lagi. Hmmm bisa-bisa kalah deh lawan Jokowi.

Berita tersebut memang dapat dikatakan sebagai manuver politik yang tidak bertanggung jawab dan tidak memahami posisi Anies yang seharusnya duduk manis di Balaikota DKI Jakarta. Bukan malah berebut kursi Istana Presiden hehehe.

Meski nama Anies memang kian santer disebut menjadi pilihan di Pilpres 2019, bahkan Gerindra maupun PKS tak menepis nama Anies masuk sebagai salah satu kandidat. Tetapi tetap saja ia bukan orang yang pas menggantikan posisi Prabowo di Pilpres 2019 nanti.

Coba gengs baca lagi deh ungkapan yang disampaikan oleh William E. Gladstone: ”Perhiasan yang indah bagi seorang lelaki adalah kesetiaan pada janjinya.” (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here