Alexis Berakhir, Reklamasi Menanti!

Alexis Berakhir, Reklamasi Menanti!
Tulisan Hotel Alexis ditutup kain hitam (Foto: detik.com)
2 minute read

Jarang loh ada pemimpin yang janji kampanyenya menutup hotel! Kini, setelah janji itu terpenuhi, ada proyek reklamasi yang sedang menanti! Wani piro?


PinterPolitik.com

Nyali pemimpin baru memang sedang diuji! Namun, menurut Abdul, menutup hotel yang namanya sama dengan pemain Arsenal, Alexis Sanchez ini mungkin menjadi salah satu program paling mudah dilaksanakan. Tinggal ditolak saja perpanjangan izin usahanya. Beres. Semua pendukung pasti akan bersorak-sorai!

Apalagi program tersebut adalah salah satu program populis untuk menarik massa dari basis pemilih yang menjunjung tinggi ajaran agama.

Selain itu, penutupan hotel ini akan membuktikan bahwa janji yang diucapkan pada saat kampanye bukanlah ucapan kosong saja.

Namun, setelah hotel itu berhasil ditutup, janji lain tentang penghentian proyek timbun laut alias reklamasi sedang ditunggu. Apakah pemimpin baru punya nyali yang sama untuk proyek ini?

Kalau dilihat dari skalanya, menurut Abdul, jelas reklamasi punya skala persoalan yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak. Apalagi proyek ini bukan hanya melibatkan pihak swasta atau perusahaan tertentu saja, tetapi ada persoalan politik nasional di dalamnya karena melibatkan pemerintah pusat.

Pertarungan di reklamasi sesungguhnya akan menjadi arena gulat politik nasional antara pemerintah melawan kubu oposisi yang saat ini menjadi penguasa di ibukota.

Baca juga :  Anies Restui Rumput Monas Diinjak?

Lalu, apa mungkin, pemimpin baru kita ini memberlakukan hal yang sama pada reklamasi seperti saat penutupan hotel Alexis?

Sepertinya bakal sulit. Kalau soal hotel, yang berkepentingan tentu hanya pemilik hotelnya saja. Sementara, kalau soal reklamasi, kepentingannya jauh lebih luas, mulai dari pengembang yang lebih dari satu dan tentu saja pemerintah pusat.

Pemberitaan yang muncul sih menyebut pemimpin baru kita sudah dilobi oleh pengusaha dengan difasilitasi bos besarnya – itu loh, jenderal berkuda.

Mungkin masih butuh pasukan putih alias pasukan dari langit, ya? Apalagi kemarin ada istilah ‘revolusi putih’ yang dilemparkan ke publik.

Memang itu hanya tentang perbaikan gizi anak-anak dengan kebiasaan minum susu, tetapi kata ‘putih’ belakangan makin sering jadi klaim politik, terutama semenjak ibukota diputihkan. Lha Pakde aja bajunya putih terus yang dipakai, kan berasa jadi anak ospek!

“Woi, Dul! Bengong aja lu kalau pagi-pagi! Mandi sana, badan lu bau mercon pabrik yang meledak! Itu pabriknya punya izin nggak, sih?”

Di tempat lain, ada yang sumringah jadi didukung partai beringin.

Cie, bang Pandji jadi timsesnya nih ye!

(S13)

Share On