Aksi Jegal Setnov

Aksi Jegal Setnov
Istimewa
2 minute read

Ulah Setya Novanto yang membawa-bawa nama kader PDI Perjuangan dibantah oleh tersangka lainnya. Hmm, Setnov mau jegal PDI Perjuangan?


PinterPolitik.com

“Pandangan politikmu benar-benar menunjukkan pandangan spiritualmu.” ~ Alanis Morissette

Walau sudah tunduk di depan meja hijau, tapi bukan berarti Setya Novanto (Setnov) yang dikenal sebagai “Sang Papa” kehilangan pengaruhnya. Sudah sejak awal, banyak yang menduga-duga kalau mantan Ketua Umum Golkar ini akan berusaha memainkan “kartunya”  di kemudian hari. Widiiiw, horor banget kedengarannya.

Apakah kartu itu? Kartus As, kartu Joker, atau jangan-jangan malah kartu Jack saja? Hmm, sejauh ini sih, nama-nama yang ditebar memang bukan nama sembarangan. Tapi kok efeknya masih belum terlalu menggelegar gitu sih, padahal awalnya, dikirain dengernya itu bakal bikin shock seperti dengar suara guntur di teriknya matahari.

Jadi nama-nama itu tuh yang ada di buku hitamnya selama ini? Hmm, pantes dibawa kesana kemari ya, sebab isinya petinggi partai semua. Setelah sempat membuat kebat kebit Partai Demokrat, bahkan Sang Pepo sendiri ikut kena serang. Kini Papa juga mulai menebar nama lainnya, kali ini dari PDI Perjuangan. Alamaak, semua aja disebut deh.

Seperti yang sudah-sudah, mereka pasti pada membantah dong ya. Masa iya sih langsung ngaku dan he-eh aja dituding begitu. Apalagi ini lagi tahun politik, Pilkada di beberapa daerah udah mau mulai, Cuy! Enggak keren dong ya kalau kalah hanya gara-gara dibilang dapat uang dari Setnov, korupsi lagi. Oh tentu tidaak!

Baca juga :
Nasdem Nekat Lempar 'Tumbal'

Hanya saja, pernyataan Papa ini kok malah mendapat bantahan dari tersangka lainnya sih? Kok sesama tersangka saling salip begini sih? Hmmm, jadi curiga. Bener apa enggak sih, nama-nama yang ditebar Papa? Jangan-jangan hanya aksi jegal untuk mengacaukan perolehan suara partai-partai besar saingan Golkar di sejumlah daerah.

Weeew kalau bener begitu, hebat dan berdedikasi sekali ya Papa Setnov ini. Sudah diturunkan, ditinggal, bahkan ingin dilupakan oleh kader lainnya, eh Papa masih saja mikirin suara Golkar di daerah. Apa ini bentuk dari bayar dosa Papa karena sudah membuat nama partai kuning ini buruk? Hmm, entahlah.  (R24)