Aksi Anulir Marsekal Hadi

Aksi Anulir Marsekal Hadi
2 minute read

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menganulir 16 perwira tinggi TNI yang sebelumnya dimutasi Jenderal Gatot Nurmantyo. Ada apa ya?


PinterPolitik.com

“Pak Gatot sendiri sudah sampaikan akan diserahkan ke Pak Hadi untuk dilakukan evaluasi.”

Buntut dari kebijakan last minute mutasi yang dilakukan Jenderal Gatot Nurmantyo saat masih menjabat sebagai Panglima TNI, kini berbuah asam. Pasalnya, sekitar 16 perwira tinggi yang awalnya dimutasi tersebut, terpaksa kembali ke jabatannya semula.

Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Fahdhilah, dan menurutnya keputusan tersebut diambil Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto atas dasar berbagai pertimbangan dan evaluasi.

Sebagai puncak pimpinan di TNI, Marsekal Hadi memang dapat menganulir keputusan yang diambil Jenderal Gatot, namun tentu ini jadi membuat banyak orang bertanya-tanya. Seperti biasanya, para kepo-mania pun kasak kusuk dengan berbagai praduga.


Ada yang bilang kalau para perwira yang dikembalikan lagi ke posisi semula adalah ‘orang-orang’-nya Presiden Jokowi. Wuaah, masa iya? Kalau memang iya, terus kenapa malah dianulir? Apalagi mutasinya itu kan ke jabatan yang lebih tinggi. Marsekal Hadi bukannya ‘orang’ Jokowi juga? Hmmm, secara logika, kok membingungkan ya.

Terus ada juga yang menduga kalau strategi itu dilakukan Marsekal Hadi, untuk menjaga ‘posisi’-nya. Apalagi sebagian besar yang jabatannya dikembalikan berasal dari TNI AD dan beberapa dari TNI AL. Sementara di TNI AU sendiri, enggak ada yang dianulir sama sekali.

Nah kalau alasan ini, bisa jadi memang Marsekal Hadi ingin mencari orang-orang yang menurutnya dapat dipercaya. Bagaimana pun, Marsekal Hadi tentu membutuhkan kerjasama yang kompak dengan semua matra, sehingga ia butuh orang-orang yang memang ia angkat sendiri.

Tapi mungkin Marsekal Hadi juga harus hati-hati, ada juga lho yang berpikir kalau penganulirannya ini dilihat sebagai penentangannya atas keputusan Jenderal Gatot. Hmm, apa benar begitu ya? Wah kok makin banyak praduga, makin bikin bingung aja ya. Ya sudahlah Pak Panglima, semoga keputusannya menjadi yang terbaik untuk semua. (R24)

[related_posts_by_tax posts_per_page="7" taxonomies="category,post_tag" order="ASC"]