Airlangga Tunjukkan Gelagat Pengkhianatan?

Airlangga Tunjukkan Gelagat Pengkhianatan?
Foto : Istimewa
3 minute read

“Aku sangat benci dibohongi, tapi entah mengapa aku sangat suka baca berita korupsi.”


PinterPolitik.com

Mungkin pada awalnya Jokowi pernah mempersembahkan sebuah lagu Naif yang berjudul “Karena Kamu Cuma Satu” dengan sedikit perubahan lirik untuk Partai Golkar seperti ini:

“Kau yang paling setia

Kau yang teristimewa

Kau yang aku cinta

Cuman engkau saja

Dari semua partai, kamu lah yang juara

Dari semua calon presiden Click To Tweet

Aku yang paling sejiwa!”

Lagu ini dipersembahkan Jokowi kepada Partai Golkar karena pada hari ulang tahun partai beringin itu, sang Ketua Umum, Airlangga Hartarto bilang seperti ini kepada Jokowi:

“Golkar memberi jempol ke Pak Jokowi. Dengan gaya yang tegas tapi merakyat, santun tapi bersemangat, Pak Jokowi menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung supermasi hukum, menegakkan HAM, serta memerangi terorisme hingga ke akarnya”.

Namun, Jokowi bisa jadi sangat menyesal karena terlena dengan ungkapan Airlangga yang sebenarnya tidak sekata dan seperbuatan dengan kenyataan.

Ealah kamvret! Ngapain deng ngomong begini ke pembaca satir PinterPolitik. Kamu mau sebar hoaks ya? Atau kamu mau kampanye gelap?

Yailah ganggu aja lu Bong, dasar Kecebong! Saya bukannya mau sebar hoaks Bong, tapi saya itu baru aja mau ngasih tahu ke pembaca soal kemungkinan kalau Airlangga mau melanjutkan bakatnya Partai Golkar Bong!

Apaan? Melanjutkan bakat Partai Golkar? Bakat korupsi maksudnya? Atau bakat bikin drama klasik yang nabrakin diri ke tiang listrik?

Lah kok jadi elu dah yang jelek-jelekin Partai Golkar Bong!

Lah iya, maaf-maaf ya. Udah deh, coba kamu lanjutin ceritanya deh.

Iya Bong, jadi gini, baru saja Pak Airlangga ngomong gini di depan umum:

Baca juga :
Budi Gunawan, Calon Ketum PDIP?

“Pesaing bukanlah musuh yang harus dihancurkan.”

Weleh-weleh, coba saja kamu pikirkan perkataanya Airlanggi ini, bahaya banget kan? Bisa jadi dong Airlangga ngomong gini untuk mengambarkan sebuah kode yang tafsirannya begini:

“Oi, oi! Meski sekarang gua lagi ada di koalisi Jokowi, kalian enggak usah khawatir. Misalnya Jokowi menang, tenang masih ada jatah kok buat kalian. Tapi kalau Jokowi kalah, tahu dong jatah buat gua apa?”

Eh Bong, ini baru prediksi yang tidak dapat dipertangungjawabkan kebenarannya loh! Namanya juga anak warkop, biasalah ngomong konspirasi yang begini-begini.

Iya pret, selow! Gua ngerti kok, tapi masa iya sih Golkar sejahat itu sama Jokowi?

Yailah Bong, makanya banyakin baca sejarah Partai Golkar sama buku-buku teori politik dong, seenggaknya baca nih ungkapannya Sun Tzu:

“Setiap orang dapat melihat taktik-taktik di mana saya mampu menaklukkan lawan. Tapi tidak semua orang dapat melihat strategi dari kemenangan yang saya perjuangkan.”  

Ah bodo amat deh, daripada baca sejarah Partai Golkar, mending baca sejarah mantan. Ea ea, btw tapi ungkapan Sun Tzu keren juga ya, berasa lagi ngaca nih kerennya.

Serah lu deh Cebong! (G35)