Airlangga ‘Rampas’ Partai Demokrat

Airlangga ‘Rampas’ Partai Demokrat
Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono dan Airlangga Hartarto. (Istimewa)
2 minute read

“Saya sudah bicara dengan Pak SBY, dan insyaallah kesempatan itu (bergabung dengan Jokowi) ada.” ~ Airlangga Hartarto


PinterPolitik.com

Bukan tanpa alasan, kini Partai Demokrat menjadi rebutan dari dua kubu yang sedang bertarung memperebutkan tahta Presiden di Pilpres 2019.

Entah mengapa, Partai Demokrat memiliki daya tarik yang begitu merona. Bila melihat posisi Partai Demokrat, memang partai biru ini tak berada dalam posisi yang berpihak kemana – mana.

Bukan oposisi, tapi juga tidak menyatu bersama koalisi Pemerintah. Entahlah, mungkin Partai Demokrat suka dengan posisi ngambang begini, weleeeh weleeh.

Tapi ternyata, posisi tengah – tengah yang diambil Partai Demokrat ini justru menguntungkan bagi mereka.

Karena setidaknya, kini Partai Demokrat menjadi rebutan dari kubu Jokowi dan Prabowo. Ehmm, Partai Demokrat rasanya ga akan kebingungan lagi kalau mau melipat mendukung siapapun, sangatlah mudah, uhuuyy.

Wacana ini diawali dengan adanya kabar kalau Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diagendakan akan berjumpa dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pasca lebaran nanti.

Nampaknya tak ada yang aneh dengan perjumpaan dua Ketua Umum partai politik ini, tapi kalau ditinjau dari simbol politik, katanya keduanya akan membangun koalisi memenangkan Pilpres 2019.

Uhuuuyy, akan semakin menarik ya. Apalagi kabarnya kemarin slogan Prabowo – AHY sudah muncul ke publik. Apakah itu pertanda Partai Demokrat sudah pasti akan melipatkan dukungan kepada Prabowo? Weleeeh weleeeh.

Kubu Prabowo sudah mendekati dan membawa narasi dengan Partai Demokrat, lalu apa kabar kubu sebelah? Weeeittss, tak mau kalah ternyata weleeeh weleeeh.

Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar yang berada di kubu Jokowi mengklaim adanya keinginan SBY untuk merapat bersama Jokowi.

Baca juga :  Demokrat Si Penakluk Pangeran

Hadeuuuhh, kedua kubu ini bisa saja main klaim – klaim aja, padahal Partai Demokrat belum memutuskan kemana – mana, weleeeh weleeeh.

Tapi alangkah lucunya, di saat Prabowo akan bertemu SBY, ehhh, muncul Airlangga yang langsung mengklaim sudah mendapat kode dari SBY untuk bergabung.

Kedua kubu ngasih kode ke Partai Demokrat, berarti tinggal Partai Demokratnya saja, mau ga memutuskan sikap politiknya ke kubu mana? Ehmmm.

Mau Prabowo atau Jokowi pun tak masalah. Yang penting Partai Demokrat nantinya punya keputusan, daripada tak memiliki arah politik yang jelas.

Makanya kalau kata George S. Patton, kesalahan terbesar adalah tidak pernah membuat keputusan.

Kalau Partai Demokrat ga punya keputusan, artinya mau bermain ‘politik dua kaki’, uhuuyy, kanan kiri oke, weleeeh weleeeh. (Z19)

Share On